Perahu

Ayah sedang sakit. Ibu menjaganya di rumah. Tidak dibawa ke rumah sakit, karen ketiadaan uang. Untuk sementara, aku yang menggantikan ayah melaut. Ayah terus menerus batuk dan mengeluarkan darah. TBC, kata orang-orang. Aku pun menmbus kabut pagi ke tengah laut, semebari menebar jaring kecil sendirian dengan perahu milik ayah. Perahu kecil dengan cadik kesil di kedua sisinya. Aku pun berhenti sekolah.

Adikku Sutinah, mulai besok libur sekolah. Dia kelas 1 SMP, tak lagi naik ke kelas 2. Aku senang, begitu adikku Sutinah libur, berarti ada yang menolong ibu di rumah. Tapi malah adikku SUtinah ingin ikut denganku melaut. Akhirnya ibu mengizinkannya.

Matahari belum muncul. Angin masih berhembus ke laut. Kami cepat-cepat naik perahu dan mengkayuh agak ke tengah. Lalu kami pasang layar kecil. Dan perahu pun melaju ke tengah laut. Aku tingalmenjaga kemudi agar perahu lurus jalannya. Sutinah duduk di depanku dan menghadap ke arahku. Sesekali dia mempermainkan air laut yang berdesir-desir. Dia berpegangan kuat ke dinding perahu dengan kedu tangannya. Tiba-tiba ombak di depan menggelombang. Perahu kami terangkat ke atas, kemudian tehempas ke bawah. Saat itu, rok Sutinah terangkat. Akh… Sutinah, tidak memakai celana dalam. Mungkin lupa, atau mungkin celana dalamnya lagi basah. Maklum dia hanya memiliki dua buah celana dalam. Akhirnya kami sampai ke pulau kecil. Aku menabur jaring kecil berkeliling. Usai itu, ujung tali, kami tambat ke buritan, dan kami sama-sama berkayuh ke tepi pantai pulau kecil itu.Jangkar yang terbuat dari sepotong besi yang melengkung, kami jatuhkan, agar perahu tak bergerak. Kami perlahan-lahan menrik ujung tali. Tangan kami merasakan aga getar-getar kecil jauh di ujung jaring. Aku yakin, ada ikan di dalamnya. Jaring semakin mendekat. Kami pun mengangkatnya. Benar, ada pulan ikan ukuran kecil, sedang dan agak besar. Kami memasukkannya ke dala perut perahu. Saat mengangkat yang terakhir, Sutinah tepeleset. Tercebur ke laut. Untung aku masih sempat mengangkat semua jaring itu ke dalamperahu. AKu melihat Sutinah bersusah payah berenang mendekati perahu. Aku mencebur ke laut dan menangkap adikku itu. Diakugendong dan kuangkat ke dalam perahu. Saat kutolak pantatnya, terpegang oleh pantatnya yang tanpa celana dalam. Aku menyentuh buah dadanya yang mungil.

Sutinah hanya memakai baju kaos tipis dan tidak juga memakai beha. Selama ini dia hanya memakai singlet saja.. Akibat kuyup, teteknya membayang di bajunya, tanpa dia sadari. Aku terkesima dan langsug birahiku bangkit. AKu diam saja, agar tetek itu tetapmembayang di bajunya yang basah.
“Maafkan aku, Mas,” katanya ketakutan. Dia takut aku marah, karena ketidakhati-hatiannya. Aku diam saja dan membenahi jaring untuk kubuang sekali lagi. Sutinah mendekatiku dan mendekapku, sembari kembali meminta maaf. Aku kasihan padanya. Aku balas memeluknya. Kami berpelukan. Kemudian perlahan kembali mengkayuh ke tengah dan menebar jaring yang kedua kalinya. Dua puluh menit kemudian, kami kembali menariknya dan mengangkat puluhan ekor ikan yang ukuran kecil dan menengah. Kami hitung bersama, ada 62 ekor ikan, berkisar 11 kilogram. Kami pun merapatkan perahu ke pulau kecil. Sutinah kuajak ke sebuah pancuran kecil yang mengalirkan air sejuh dari puncak bukit. Kupangil Sutinah untuk mandi. Mulanya dia ragu. Kuseret tangannya. Lalu kubuka pakaiannya.
“Malu Mas” katanya.
“Kamu harus mandi dik. Nanti kamu sakit, air laut lengket di tubuhku,” kataku beralasan. AkhirnyaSutinah mamu membuka bajunya dan bertelanjang. Dia menutupi teteknya dengan sebelah tangannya dan sebelah lagi menutupi memeknya yang belum berbulu sama sekali. Aku juga membuka pakaiankua dan bertelanjang lalu sama-sama mandidi pancuran kecil itu. Aku menyuruhnya cepat, takut kalau ada nelayan lain yang datang. Kemudian aku mencuci pakaiannya yangkena air laut. Setelah memerasnya, memakaikannya kembali. Hari meulai meninggi. Kami takut, ikan kamitak laku, kami pulang ke tepian. Kami naik ke perahu.

Layarakecil, kembali kami pasang agar tak perlu mengkayuh. Kumintaagar Sutinah dekat denganku. Saat perahu berjalan perlahan, kuminta agar Sutinah naik ke pangkuanku. Lagi-lagi Sutinah ragu. Setelahkupelototi, akhirnya dia naik ke pangkuanku. Punggungnya menyender ke dadaku. Perlahan penisku naik. Perlahan celana yang hanya pakai karet tanpacelana dalam itu kupelorotkan ke bawah. Lalu kuangkat Sutinah dan kusingkap rok-nya. Jelas, penisku menempel di belahan pantatnya. Sebelah tanganku memegang kemudi dan sebelah lagi memeluknya. Kumasukkan tanganku ke sebalik baju kaosnya dan mengelus-elus buah dadanya.
“Mas… nanti…”
“Udah… diam saja,” aku setengah membentak. Perahu terus melaju menuju tepian. Menurut perkiraan, akan sampai berkisar satu jam lagi. Secepatnya jika angin kencang, 45 menit.
“Mas… geli…”
“Yah. Mas tahu, geli. Tapi neak kan? Jangan bohong,” kataku. Sutinah diam. Akhirnya Sutinah menggeliat-geliat. Ujung penisku sudah sesekali menyentuh-centuh parit memeknya. Aku merasa nimat sekali. Sutinah pun menunduk-nunduk sepertinya dia mencari-cari agar ujung penisku mengenai klentitnya. Aku mendengar sesekali dia mendesah. Kuciumi lehernya seraya terus meraba pentil teteknya yang masih kecil. Sampai akhirnya aku melepaskan spermaku.

Kami sampai di darat. Ibu sudah menunggu di tepian. Pembeli ikan naik sepeda sudah menungu juga. Akhirnya ikan kami jual. Rp. 83.000,- Ibu tersenyum.
“Rezeki kamu bagus Rin,” kata ibu.
“Ini rezeki Sutinah, Bu,” kataku. Sutinah tersenyum.
“Baguslah. Kalau begitu Besok Sutinah ikut lagi, ya” kata ibu pada Sutinah. Sutinah tersenyum dan menganguk. AKu senang.
“Sutinah harus ikut bu. Biar adatemanku dan Sutinah rezekinya bagus,” pujikupula. Ibu tersenyum.
Di rumah, aku memperbaiki jaring yang koyak dan SUtinah datang.
“Besok akuikut lagi ya, Mas,”kata Sutinah sepertai membujuk.
“Ya.. Tapi seperti tadi ya. Jangan pakai celana dalam dan pakai baju kaos saja,” kataku. Sutinah mengangguk. Aman pikirku.

Jaring kami tabur lagi dan tarik. Kami tabur lagi dan kami arik pula sampai tiga kali. Kami mendapatkan ikan lebih banyak dari kemarin. Aku mengajak Sutinah mandi ke pancuran. Aku sudah membawa sabun mandi. Kami mandi bedua bertelanjang. Sutinah seperti mulai biasa dan tidak malu lagi. Dalam tubuh kami dilamuri sabun, kami berpelukan. Kucium Sutinah, kuemut teteknya sampai Sutinah mengelinjang. Setelah puasmenciuminya, kami cepat memakai pakaian dan naik ke perahu. Perahu-perahu besar sudah lebih dahulu ke darat. Mereka ingin mendahului kami, agar ikan mereka lebih mahal. Aku justru senang, kami belakangan dari mereka. Perlahan aku memasang layar dan perahu melajur perlahan pula. Sutinah seperti tahu sendiri, dia mendatangiku dan naik ke pangkuanku. Aku justru memintanya agar dia menghadapku. Perlahan dia naik mengangkangi kedua kakiku. AKu sudah mengeluarkan penisku yang tegang.
“Pegang titit, Mas. Kenakan ke anu-mu,” perintahku. Sutinah pun memegang penisku lalu ujungnya dia tempelkan ke lubang memeknya. Perahu terus melaju dan gelombang kecil mengayun-ayunkan kami. Gesekan demi gesekan kami rasakan, membuat kami kenikmatan. Sampai akhirnya kami berpelukan dan aku melepaskan sepermaku beberapa kali ke pintu lubang memek Sutinah.
Bibir pantai sudah jelas terlihat. Aku minta Sutinah agar duduk di tengah. Perlahan diabangkit dan duduk di tengah berpegangan pada kedua sisi perahu.

Kami tiba di pantai. Ibu juga sudah menunggu. Pedagang ikan mulai berdatangan. Kebetulan harga ikan naik dan kami menjual ikan seharga Rp.118.000,- Kembali ibu tersenyum dan memuji kami. Aku tetap memuji Sutinah. Sutinah pun tersenyum dan bangga. kamipulang ke rumah setelah menambatkan perahu dan aku pun kembali memperbaiki jaring yang rusak serta memebli benang yang kurang.
Atas pertolongan penyuluh kesehatan yang memasuki desa-desa dan ABRI masuk Desa, akhirnya ayahku mendapat kesempatan untuk berobat gratis ke rumahsakit di kabupaten. Ayah dibawa naik ambulance militer dengan sirene meraung-raung. Sutinah menangis, ketia ayah dibawa naik ambulance itu. Dia memelukku. Ibu menemani ayah ke rumah sakit dengan membawa semua peralatan yang dibutuhkan. Kata mereka setidaknya

ayah harus dipname selama 4 embualn, kemudian harus makan obat teratur dan diawasi. TBC, masih bisa disembuhkan, kata mereka. Kami pun agak lega juga.

Aku dan adikku Sutinah, menyusul ayah dengan naik sepeda. Siang kami tiba di rumah sakit. Ayah dirawat. Tangannya sebelah diinfus. Hidungnya, diberi pernafasan. Kata mereka namanya oksigen. Ayah mulai lega bernafas. Ibu pun dirawat juga dengan diinjeksi dan diberi obat. Kami hanya dua jam di rumah sakity. Setelah itu, kami pulang dan tak lupa membeli peralatan untuk menempel jaring. Kami sempat makan di warung tepi jalan dan makan dengan lahapnya. Pukul 17.00, kami baru tiba di rumah. Aku langsung tidur, karean keletihan mengkayuh sepeda.

Dalam aku tertidur, aku merasakan, kemaluanku seperti dielus-elus. Aku terbangun. Kulihat adikku Sutinah sedang mengelus-elus kontolku.
“Ada apa, SU?” tanyaku.
“Tadinya titit Mas kecil. Lama-lama jadi besar?” kata adikku. Aku tersenyum saja
“Aku laga-laga ke tempikku ya Mas. Seperti di perahu itu?” kata adikku. Aku diam saja dan kembali menutup mataku. Sutinah langsung meniki tubuhku. Kedua kakinya mengangkangi tubuhku. Ditangkapnya kontolku dan dileganya ke lubang memeknya. Kedua lututnya bertumpu pada lantai.
“Tekan yang kuat, Su. Titit Mas, dimasuki ke dalam lubang tempikmu,” kataku. Adikku melakukannya.
“Ah.. Mas. Sakit,” katanya.
“Perlahan-lahan. Nanti lama-lama gak sakit lagi,” kataku. Dia melakukannya, tapi mengataan tetap sakit. Ya sudah.
“Kamu buka bajumu. Kamu telanjang saja,” kataku.
“Nanti dilihat orang,” bisiknya.
“Tak ada yangmelihat. Hanya kita beruda saja,” kataku. AKhirnya Sutinah mau dan melepas pakaiannya sampai telanjang. Aku duduk dan memangkunya. Aku mempraktekkan, bagaimana Lek Parto menjilati pentil tetek isterinya dan menjilati memek isterinya. Isteri Lek Parti menggeliat-geliat kenikmatan. AKu akan buat adikku nikmat, bisik hatiku. Aku juga melepas semua pakaianku. Aku mulai menjilati tetek Sutinah. Pentilnya yang kecil dan teteknya yang kecil. Benar. Sutinah merasa kegelian. Aku minta dia menikmatinya. Sutinah diam, mulai menikmatinya.
“Enak kan?” bisikku.
“Heemmm…” jawab Sutinah.
“Kami pigi ke belakang duku. Cebik tempikmu pakai sabun sampai bersih, gi” kataku.
“Untuk apa Mas?”
“Ikut saja apa aku bilang. Sana…” Sutinah mengikuti saranku. Aku ingin mendengar desahnya, seperti desah isteri Lek Parto. Sekembali SUtinah, aku suruh dia menelentang di lantai berlasakan tikar. Di rumah kami memang tak ada tilam. Sutinah mengikut. Aku mulai menjilati memeknya. Memek yang belum berbulu sama sekali. Memek yang masih ada satu garis dengan bibirnya yang sedikit membentuk.
“Ah…” Sutinah mulai mendesah, setelah lidahku mulai meliuk-liuk pada itilnya.
“Mas…”

“Udah diam saja… Enak kok,” kataku. Sutinah diam dan kembali mendesah-desah.
“Udah Mas. Aku mau pipis… udah,” katanya. Aku meneruskan. Tak mungkin Sutinah berani pipis di mulutku, pikirku. Aku terus menjilati memeknya. Sampai dia menjepit kepalaku dengan kedua kakinya.
“Mas aku pipissss….” Desahnya. Aku terusmenjilatinya sampai akhirnya kedua kakinya melemas.
“Udah mas. Kasihan Suti Mas,” katanya. Cairan kental meleleh di ujung lidahku. Aku memeluknya.
“Maaf Mas. Aku tadi pipis di mulut Mas,” katanya. Aku diam saja. Aku terus memeluknya dan menempelkan kontolku ke tempiknya.
“Kamu masukin titit mas ke dalam mulutmu,” kataku. Sutinah ragu.
“Ayo…” kataku. Sutinah duduk di sisiku dan memegang kontolku. Perlaha dia masukkan kontolku ke mulutnya. Kuminta dia memainkan lidahnya pada kontolku dan giginya jangan sampai mengenai kontolku. Sutinah melakukannya. Aku mengulur tarik kontolku dalam mulutnya. Sampai maniku menumpah di dalam mulutnya beberapa kali.
“Mas..” katanya.
“Kalau kamu gak mau telan, ya dibuang saja,” kataku. Suti pun meludahkan maniku dari mulutnya. Kuraih tubuhnya dan memeluknya sembari menciumi pipinya. Kami bepelukan lagi.
Tak lama Suti mengatakan nasi sudah siap dari tadi dan kami harus makan.

Suti membuat nasi ke piringku dan ke piringnya bersama lauknya.
“Aku seperti ibu ya Mas. Dan Mas jadi bapak,: katanya.
“Ya. Kita main suami-isteri. AKu suaminya dan kamu isterinya?” kataku pula mengikuti ucapannya. Dia tersenyum. Lalu Suti pun menirukan kelakukan ibu kepada ayah kami. Bagaimana ibu memperhatikan ibu dan memperlakukan ayah, begitu pula Suti terhadapku. IBu kami juga memangil Mas kepada ayah dan ayah memanggil bu ne kepada ibu kami. Ketika aku panggi namanya SUti, Suti memintaku agar aku memanggilnya Bu ne, sembari tersenyum. Aku mengikutinya.
“Tapi kalau tak ada yang mendengar ya?” kataku. Suti mengangguk. Aku pun meanggilnya Bu ne. Nampaknya dia senang. Ya sudah.

Malamnya kami tidur untuk besok subuh kami harus melaut. Kami bepelukan.
Subuh Sutimembangunkan aku. Orang-orang sudah berlalu lalang mau melaut. Kami bangun, mencuci muka dan membuka pintu. Kami turun dari rumah melalui tangga. Di bawah rumah kami melepas perahu setelah mengisinya dengan jaring. Perahu memang tertambat di bawah rumah kami yang airnya lebih setinggilutut. Hampir sepinggang. Kami nak ke atas perahu.
“Bu ne, kamu jangan terlalu jauh ke depan, kataku. Dengan senyum Suti mengiikutiku dan berpindah mendekatiku ke belakang sembarimendayung. Kami mengikuti alur air menuju laut tengah. Dengan cekatan setelah berada 50meter di laut, Suti memacakkan tiang layar dan mengikat layarnya. Dia sudah cekatan nampaknya. Tali layar.dia pegang kuat dan mengulurnya sedikit jika perahu oleng. Aku memegang kemudi.
“Bu ne bersandar ke dada Mas ya?” katanya manja. Dia sudah pula menyebut dirinya dengan kata Bu ne. AKu biarkan saja. Hari masih gelap, perahu-perahu kecil berlayar plastik putih keliahatan sudah mulai banyak di tengah laut. Kami mengikutinya dengan menjaga jarak, agar mereka tidak melihat Suti bersandar padaku dengan manja.
“Kita ke tempat biasa ya Mas, “Kata Suti. Aku mengarahkan perahu ke sana. Tapi di sana sudah adadua perahu lebih dulu. Akhirnya kami mengarahkan perahu ke rimbunnya pohon-pohon bakau seperti sebuah teluk kecil. Kami mulai melepas jaring. Kemudian menariknya perlahan. Aku merasakan ikan-ikan bergetar di dalam jaring.
“Hati-hati, nampaknya ikannya banyak,” kataku. Benar saja, ikan menggelpar-gelepar di jaring. Setelah melepas ikan-ikan itu, kami menebar lagi di tempat yang sama. Kami tarik lagi. TIga kali kami menebarnya, kemudian kami keluar dari teluk itu. Kami tersenyum. Tangkapan kami hari ini, lumayan baik.
Kutarik Suti mendekatiku dan kukecup bibirnya, seperti apa yag dilakukan Lek Parto pada isterinya.
“Kamu isap lidah Mas ya. Kita bergantian mengisap lidah,” kataku. Suti menatapku.
“Kamu mau ya Bu ne…” kataku meayunya. Suti tersenyum setiap kali aku memanggilnya Bu ne. Kulurkan lidahku dan Suti mulai mengemutnya. Kami bergantian.
“Ayo sudah. Kita harus cepat ke darat. Nanti pembeli ikan pada pulang,” kataku. Kami memasang layar dan mengarahkannya pulang. Perahu melayu agak kencang, karean angin yang hidup menolak kami ke darat.
Para pembeli ikan menyerbu kami dan kami menjualnya Seorang tentara yang ikut masuk desa mengawasi kami. Pembeli ikan tak berani macam-macam. Kami mendapat uang hampir dua ratus ribu rupiah.
Perahu kami kayuhke kolong rumah dan kami naik ke atas. Aku minta Suti membeli mi goreng dua bungkus dan aku memasak nasi. Begitu nasi masak. Suti sudah pulang dari membeli Mi goreng. Kami makan nasi bercampur mi goreng. Kami makan dengan lahap.
“Kita tidur-tiduran lagi ya, Mas?” kata Suti.
“Sebentar, biar Mas betulin jaring dulu. Setelah siap kita boleh todur. Kalau tidak, nanti kita keasyikan dan lupa memperbaiki jaring,” kataku. Suti merajuk.
“Sabar dong Bu ne…” kataku merayu. Suti tersenyum dan memelukku.
“Iya mas. Bu ne ikut membantu ya?” katanya menyeret tanganku. Kami mengeluarkan jaring dari perahu dan menjemurnya, sembari memperbaikinya.
Atas pertolongan penyuluh kesehatan yang memasuki desa-desa dan ABRI masuk Desa, akhirnya ayahku mendapat kesempatan untuk berobat gratis ke rumahsakit di kabupaten. Ayah dibawa naik ambulance militer dengan sirene meraung-raung. Sutinah menangis, ketia ayah dibawa naik ambulance itu. Dia memelukku. Ibu menemani ayah ke rumah sakit dengan membawa semua peralatan yang dibutuhkan. Kata mereka setidaknya

ayah harus dipname selama 4 embualn, kemudian harus makan obat teratur dan diawasi. TBC, masih bisa disembuhkan, kata mereka. Kami pun agak lega juga.

Aku dan adikku Sutinah, menyusul ayah dengan naik sepeda. Siang kami tiba di rumah sakit. Ayah dirawat. Tangannya sebelah diinfus. Hidungnya, diberi pernafasan. Kata mereka namanya oksigen. Ayah mulai lega bernafas. Ibu pun dirawat juga dengan diinjeksi dan diberi obat. Kami hanya dua jam di rumah sakity. Setelah itu, kami pulang dan tak lupa membeli peralatan untuk menempel jaring. Kami sempat makan di warung tepi jalan dan makan dengan lahapnya. Pukul 17.00, kami baru tiba di rumah. Aku langsung tidur, karean keletihan mengkayuh sepeda.

Dalam aku tertidur, aku merasakan, kemaluanku seperti dielus-elus. Aku terbangun. Kulihat adikku Sutinah sedang mengelus-elus kontolku.
“Ada apa, SU?” tanyaku.
“Tadinya titit Mas kecil. Lama-lama jadi besar?” kata adikku. Aku tersenyum saja
“Aku laga-laga ke tempikku ya Mas. Seperti di perahu itu?” kata adikku. Aku diam saja dan kembali menutup mataku. Sutinah langsung meniki tubuhku. Kedua kakinya mengangkangi tubuhku. Ditangkapnya kontolku dan dileganya ke lubang memeknya. Kedua lututnya bertumpu pada lantai.
“Tekan yang kuat, Su. Titit Mas, dimasuki ke dalam lubang tempikmu,” kataku. Adikku melakukannya.
“Ah.. Mas. Sakit,” katanya.
“Perlahan-lahan. Nanti lama-lama gak sakit lagi,” kataku. Dia melakukannya, tapi mengataan tetap sakit. Ya sudah.
“Kamu buka bajumu. Kamu telanjang saja,” kataku.
“Nanti dilihat orang,” bisiknya.
“Tak ada yangmelihat. Hanya kita beruda saja,” kataku. AKhirnya Sutinah mau dan melepas pakaiannya sampai telanjang. Aku duduk dan memangkunya. Aku mempraktekkan, bagaimana Lek Parto menjilati pentil tetek isterinya dan menjilati memek isterinya. Isteri Lek Parti menggeliat-geliat kenikmatan. AKu akan buat adikku nikmat, bisik hatiku. Aku juga melepas semua pakaianku. Aku mulai menjilati tetek Sutinah. Pentilnya yang kecil dan teteknya yang kecil. Benar. Sutinah merasa kegelian. Aku minta dia menikmatinya. Sutinah diam, mulai menikmatinya.
“Enak kan?” bisikku.
“Heemmm…” jawab Sutinah.
“Kami pigi ke belakang duku. Cebik tempikmu pakai sabun sampai bersih, gi” kataku.
“Untuk apa Mas?”
“Ikut saja apa aku bilang. Sana…” Sutinah mengikuti saranku. Aku ingin mendengar desahnya, seperti desah isteri Lek Parto. Sekembali SUtinah, aku suruh dia menelentang di lantai berlasakan tikar. Di rumah kami memang tak ada tilam. Sutinah mengikut. Aku mulai menjilati memeknya. Memek yang belum berbulu sama sekali. Memek yang masih ada satu garis dengan bibirnya yang sedikit membentuk.
“Ah…” Sutinah mulai mendesah, setelah lidahku mulai meliuk-liuk pada itilnya.
“Mas…”
“Udah diam saja… Enak kok,” kataku. Sutinah diam dan kembali mendesah-desah.
“Udah Mas. Aku mau pipis… udah,” katanya. Aku meneruskan. Tak mungkin Sutinah berani pipis di mulutku, pikirku. Aku terus menjilati memeknya. Sampai dia menjepit kepalaku dengan kedua kakinya.
“Mas aku pipissss….” Desahnya. Aku terusmenjilatinya sampai akhirnya kedua kakinya melemas.
“Udah mas. Kasihan Suti Mas,” katanya. Cairan kental meleleh di ujung lidahku. Aku memeluknya.
“Maaf Mas. Aku tadi pipis di mulut Mas,” katanya. Aku diam saja. Aku terus memeluknya dan menempelkan kontolku ke tempiknya.
“Kamu masukin titit mas ke dalam mulutmu,” kataku. Sutinah ragu.
“Ayo…” kataku. Sutinah duduk di sisiku dan memegang kontolku. Perlaha dia masukkan kontolku ke mulutnya. Kuminta dia memainkan lidahnya pada kontolku dan giginya jangan sampai mengenai kontolku. Sutinah melakukannya. Aku mengulur tarik kontolku dalam mulutnya. Sampai maniku menumpah di dalam mulutnya beberapa kali.
“Mas..” katanya.
“Kalau kamu gak mau telan, ya dibuang saja,” kataku. Suti pun meludahkan maniku dari mulutnya. Kuraih tubuhnya dan memeluknya sembari menciumi pipinya. Kami bepelukan lagi.
Tak lama Suti mengatakan nasi sudah siap dari tadi dan kami harus makan.

Suti membuat nasi ke piringku dan ke piringnya bersama lauknya.
“Aku seperti ibu ya Mas. Dan Mas jadi bapak,: katanya.
“Ya. Kita main suami-isteri. AKu suaminya dan kamu isterinya?” kataku pula mengikuti ucapannya. Dia tersenyum. Lalu Suti pun menirukan kelakukan ibu kepada ayah kami. Bagaimana ibu memperhatikan ibu dan memperlakukan ayah, begitu pula Suti terhadapku. IBu kami juga memangil Mas kepada ayah dan ayah memanggil bu ne kepada ibu kami. Ketika aku panggi namanya SUti, Suti memintaku agar aku memanggilnya Bu ne, sembari tersenyum. Aku mengikutinya.
“Tapi kalau tak ada yang mendengar ya?” kataku. Suti mengangguk. Aku pun meanggilnya Bu ne. Nampaknya dia senang. Ya sudah.

Malamnya kami tidur untuk besok subuh kami harus melaut. Kami bepelukan.
Subuh Sutimembangunkan aku. Orang-orang sudah berlalu lalang mau melaut. Kami bangun, mencuci muka dan membuka pintu. Kami turun dari rumah melalui tangga. Di bawah rumah kami melepas perahu setelah mengisinya dengan jaring. Perahu memang tertambat di bawah rumah kami yang airnya lebih setinggilutut. Hampir sepinggang. Kami nak ke atas perahu.
“Bu ne, kamu jangan terlalu jauh ke depan, kataku. Dengan senyum Suti mengiikutiku dan berpindah mendekatiku ke belakang sembarimendayung. Kami mengikuti alur air menuju laut tengah. Dengan cekatan setelah berada 50meter di laut, Suti memacakkan tiang layar dan mengikat layarnya. Dia sudah cekatan nampaknya. Tali layar.dia pegang kuat dan mengulurnya sedikit jika perahu oleng. Aku memegang kemudi.
“Bu ne bersandar ke dada Mas ya?” katanya manja. Dia sudah pula menyebut dirinya dengan kata Bu ne. AKu biarkan saja. Hari masih gelap, perahu-perahu kecil berlayar plastik putih keliahatan sudah mulai banyak di tengah laut. Kami mengikutinya dengan menjaga jarak, agar mereka tidak melihat Suti bersandar padaku dengan manja.
“Kita ke tempat biasa ya Mas, “Kata Suti. Aku mengarahkan perahu ke sana. Tapi di sana sudah adadua perahu lebih dulu. Akhirnya kami mengarahkan perahu ke rimbunnya pohon-pohon bakau seperti sebuah teluk kecil. Kami mulai melepas jaring. Kemudian menariknya perlahan. Aku merasakan ikan-ikan bergetar di dalam jaring.
“Hati-hati, nampaknya ikannya banyak,” kataku. Benar saja, ikan menggelpar-gelepar di jaring. Setelah melepas ikan-ikan itu, kami menebar lagi di tempat yang sama. Kami tarik lagi. TIga kali kami menebarnya, kemudian kami keluar dari teluk itu. Kami tersenyum. Tangkapan kami hari ini, lumayan baik.
Kutarik Suti mendekatiku dan kukecup bibirnya, seperti apa yag dilakukan Lek Parto pada isterinya.
“Kamu isap lidah Mas ya. Kita bergantian mengisap lidah,” kataku. Suti menatapku.
“Kamu mau ya Bu ne…” kataku meayunya. Suti tersenyum setiap kali aku memanggilnya Bu ne. Kulurkan lidahku dan Suti mulai mengemutnya. Kami bergantian.
“Ayo sudah. Kita harus cepat ke darat. Nanti pembeli ikan pada pulang,” kataku. Kami memasang layar dan mengarahkannya pulang. Perahu melayu agak kencang, karean angin yang hidup menolak kami ke darat.
Para pembeli ikan menyerbu kami dan kami menjualnya Seorang tentara yang ikut masuk desa mengawasi kami. Pembeli ikan tak berani macam-macam. Kami mendapat uang hampir dua ratus ribu rupiah.
Perahu kami kayuhke kolong rumah dan kami naik ke atas. Aku minta Suti membeli mi goreng dua bungkus dan aku memasak nasi. Begitu nasi masak. Suti sudah pulang dari membeli Mi goreng. Kami makan nasi bercampur mi goreng. Kami makan dengan lahap.
“Kita tidur-tiduran lagi ya, Mas?” kata Suti.
“Sebentar, biar Mas betulin jaring dulu. Setelah siap kita boleh todur. Kalau tidak, nanti kita keasyikan dan lupa memperbaiki jaring,” kataku. Suti merajuk.
“Sabar dong Bu ne…” kataku merayu. Suti tersenyum dan memelukku.
“Iya mas. Bu ne ikut membantu ya?” katanya menyeret tanganku. Kami mengeluarkan jaring dari perahu dan menjemurnya, sembari memperbaikinya.
Sudah dua hari ayah pulang dari rumah sakit. Dia harusbanyak istirahat. Tidak boleh inum alkohol, kopi, merokok dan keluar malam. Makan obat harus terus diawasi dan dipaksa, jika ayah menolak. Demikian nasehat dokter.
Setelah seminggu ayah di rumah, ternyata aku dan adikku Suti, sudah tak tahan lagi. Malam ini, Suti meraba kemaluanku. Tentunya setelahmendengar ayah ngorok dan tertidur pulas. Tempat tidur kami, hanyaq dibatasi

oleh tirai kain. Aku meliriknya dan memeluknya. kami berciuman. Suti membuka kainnya dan menyodorkan teteknya padaku untuk aku hisap dan jilati. Aku melakukannya dan aku sudah tak tahan lagi. Aku pelorotkan celanaku sampai lepas dan Suti juga melepaskan kain sarungnya. Dengan cepat SUtimenaiki tubuhku dan menggoyangku dari atas. Kurangkul tengkuknya dan kubisikka padanya agar pelan-pelan. Jangan sampai ibu dan ayah mengetahuinya. Mulanya Suti mengikutinya, tapi nampaknya laranganku dilanggar lagi, sampai dia puas dan lemas.

Mulai aku membelaikkan tubuh. KIni aku sudah berada di atas tubuhnya. Perlahan kupompa tubuh Suti dan menindihnya dari atas, sembari menicumi bibirnya dan lidah kami berpautan. Aku sudah semakin memuncak dan aku juga tak mampu bergerakpelan. Kugenjot tubuh Suti dengan kuat sembari memeluknya. Saat itu, betisku dicubit. Aku melihatnya ke belakang. Oh.. ibu yang mencubit betisku. Tapi kenikmatanku sudah berada di atas da aku meneruskan memompa tubuh Suti, sampai kami sama-sama menikmati kepuasan. Lalu kami berpelukan dan memakai pakaian kami sembari tidur.

Ibu membangunkan aku dan Suti. Ibu mengajakku untuk sama turun ke laut. Sedang Suti, tiba waktunya harus ke sekolah. Aku mengangkat jaring dan memasukkannya ke dalam perahu. Baru saja kami mengkayuh perahu dan belum mencapai bibir laut, ibu bertanya kepadaku.
“Tadi malam kamu dan Suti ngapain? Dia kan adikmu. Sejak kapan kamu dan Suti melakukan itu,” tanya ibu. Mulanya aku diam. Ibu terus mendesak agar aku memberikan jawaban. Ibubenar-benar marah. AKu takmampu menjawab pertanyaannya.
“Sejak kapan, tole,” desak ibu.
“Sejak ibu dan ayah ke rumah sakit,” jawabku menunduk sembari terus mengkayuh. Kami pun tiba di bibir pantai. Aku memasang layar. Ibu berusia 37 tahun dan gtubuhnya yang mungil, ntapi marahnya segunung. Akhirnya ibu diam saja. Aku juga diam.

Aku membuang jaring ke laut dan ibu ikut membantunya melepas jaring-jaring itu. Hari ini, memang rezeki kami sangat mujur. TIga kali kami membuang jaring, ikan-ikan demikian banyak kami tangkap. Rata-rata ukuran sedang. Saat nelayan lain sudah pada pulang, kami masih menarik jaring.
“Kita kemana?” tany ibu, sat perahu kubawa ke tepi pulau kecil.
“Mandi Bu. JUga makan. Kita makan di sini sana, lebih teduh dan enak,” kataku. Perahu merapat ke pantai dan aku langsung menuju pancuran. Aku membuka seluruh pakaianku bertelanjang aku menadah air pancur yang sejuk di kepalaku. Aku tahu ibu datang dari belakang, tapi aku pura-pura tidak melihatnya. Ibu menunggu aku siap mandi. Gantia kami mandi di pancuran itu. Ibu pun mandi telanjang juga setelah di memintaku untuk berjaga-jaga. Aku mengintipnya. Tubuh ibuku, membuat aku nafsu sekali.
Selesai ibu mandi, kami makan bersama di tepi pancuran itu, sembari melihat perahu kami yang tertambat. Kontolku masih saja menegang dan aku secepatnya makan. Ibu juga mengikutinya, karea hari sudah pukul 07.00. Kami harus sampai pukul 08.00 di pantai agar pembeli ikan tidak keburu pulang.

Saat ibu mengangkat kakinya, dari celana pendek yang dipakai dan longgar, aku mengetahui ibu tidak memakai celana dalam. Aku melihatnya tadi waktu dia memakai celana. Kurangkul ibu dri belakang.
“Ada apa, Tole?” tanya ibu perlahan. Aku diam saja. Ibu bertanya kembali, karean pelukanku belum lepas. Perlahan kutarik ibu ke sebuah batu besar yang agar ceper. Langsung kupeluk ibu. Ibu meronta dan melawan. Dia sangat berang dan marah. Aku sudah tak perduli. Kusentap celananya sampai lepas dan aku juga dengan cepat melepas celanaku. Ku peluk ibuku dan kuciumi lehernya. Ibu tetap meronta dan menolakku. Tapi aku sudah berada di antara kedua kakinya dan kumasukkan kontolku ke memek ibu. Perlahan kudorong. Saat kuraba, memek ibu sudah basah dengan air kental. Cepat aku sadar, kalau ibu sudah nafsu juga. Kusorong pelan-pelan kontolku ke lubang memeknya dan secepat itu, kontolku lenyap di dalam memeknya. Aku molau memompanya,walau ibu terus menerus meronta bahkan mearik rambutku dengan kuat. Aku semakin tak perduli. Terus memeluknya, menciumi lehernya dan memompa tubuhnya dengan lebih cepat. Aku merasa jambakan tangan ibu di rambutku sudah melemah. Aku terusmemompanya dan menciumi lehernya. Sampai akhirnya aku memeluknya kuat dan menekan sekuat-kuatnya kontolku ke dalam dan melepaskan beberapa kali spermaku di dalamnya. Saat itu, aku merasakan ibuku balas memelukku, walau malu-malu. Saat aku mau mencabut kontolku, saat itulah ibu memelukku da menahan pantatku. Aku urung menarik kontolku. Yang kudengar mulut ibu mendesis-desis dan akhirnya dia melepas pelukannya.

“Kamu memang anak kurang ajar. Biadab sekali kamu,” bentakibu pdaku sembari menangis.
“Sudah bu, Maafkan aku,” kataku sembari memeluknya. Ibu meronta.
“Jangan!” bentak ibu. Aku membujuknya, sampai akhirnya ibu diam dan aku membimbingnya ke atas perahu.
“Jangan sampai terlang lagi!”: bentak ibu. AKudiam. Kupasang tali layar dan perlahan aku mengkayuhnya. Kumintaibu duduk dekat denganku dibelakang, agar haluan perahu terangkat sedikit dan perahu kami bisa berjalan dengan cepat. Ibu mendekat. Akhirnya tubuh ibu kukepit dengan kedua kakiku. Kontolku walau dari balik celana tertempel ke punggung ibuku. Kedua tangan ibu sengajakubimbing berada di paha kiri dan kananku. Saat perahu perlahan berlayar dan laut sepi, karena semua nelayan sudah berada di tepian pantai, aku takmampu menahan kontolku yang sudah tegang dan keras. Dengan sebelah memegang kemudi, sebelah lagi tanganku kumasukkan ke kaos ibu dari atas dan aku meremas tetek ibu dengan lembut.
“Ah.. ada apa lagi…” kata Ibu meronta, sampai perahu oleh.
“Ibu diam. Kita akan terbalik nanti,” kataku.
“Kamu ini bagaimana? Apa kamu tidakmengerti jangan diulangi lagi, Mengerti!” bentak ibu. Tapi aku terusmeremas tetek ibu. Bergantian. Aku sengata membawa perahu melalui sela-sela pohon bakau agar teduh dan sepi. Cepat kulorotkan celanaku dan melorotkan celana ibu.
“Aduh gusti, kamu ini….!!!” Aku tak perduli. Kuangkattubuh ibu ke atas pangkuanku, walau dia membelakangi tubuhku dan kami sama-sama menghadap ke depan. Aku tahu, ibu sudah berbulan-bulan tidak bersetubuh. Cepat kucelupkan kontolku ke lubang memek ibu.
“Akh… ” kata ibu. Tapi kontolku sudah berada di dalam. Perahu terus berjalan dengan santaidalam tiupan angin yang sepoi.
“Aduh.. bagaimana ini Tole,” tanya ibu padaku.
“Ibu diam saja. Kita akan cari waktu yang baik, kita ke pulau dan kita akan memuaskan diri kita dengan tenang,” katraku merayu.
“Biadab kamu !” bentaknya. Suara desau angin dan ombak-ombak kecil membuat perahu bergoyang-goyang. AKu memeluk ibu dari belakang dengan sebelah tangan dan…
“Ibu… aku mau sampai. Sebentar lagi, aku akan mencabutnya. Tenanglah…” kataku.
“Dioam kamu biadab. Coba kamu cabut. Tunggudulu,” bentak ibu. Aku diam dan memeluk erat tubuh ibu serta melepaskan spermaku.
“Sudah, Bu. Aku sudah sampai,” kataku lirih.
“Tungu. Jangan kamu cabut dulu. Kurang ajar kamu,” bentak ibu lagi. AKu diam saja. Sampai akhirnyaibumendesah dan diamencabut sendiri kiontolku yang sudahlemas. Ibu memakai kembali celananya. Aku juga. Kami terus menuju pantai. Pembeli masih ada yang menunggu kami membeli ikan. Ikan kami jual dan kami kembali ke rumah kami.
Aku segera mengangkat jaring ke bawahpohon kelapa 50 meter dari rumah dan memperbaikinya, ibu mempersiapkan makan siang untuk kami sekeluarga. 
Ibu membawakan segelas kopi panas padaku dan dua buah pisang goreng dan meletakkannya dekatku. Ibu ikut membenahi jaring-jring, agar besok kami pakai lagi. Ibu duduk di dekatku.
“Awas ya… kalau kamu bercerita kepada siapa saja. Kubunuh kamu..” ancam ibu. Aku tersenyum.
“Bukannya menjawab, malah tersenyum,” kata ibu membentak dengan suara tertahan, takut di dengar orang lain.


“Ya… pasti aku tidak bercerita apa-apa,” kataku tenang. Ibu pun tersenyum. Ayo cepat dibenahi, biar kita cari kerang dan kepiting,” kata ibu.
“Aku buatkan teh manis dyulu dan botol. Cepat masukkan jaring ke dalam perahu,” kata ibuku. Aku mengikutinya. Jaring kusimpan ke dalam perahu dan memasukkan jala serta memasyukan alat-alat penangkap kepiting juga. Saat aku melepaskan perahu dari tambatannya di bawah kolong rumah kami dan meyorongnya ke aliran air yang agak dalam. Ibu berjalan sampai ke pantai. AKu tahu, dia akan menaiki perahu di sana, karena aliran sungai kecil, masih dangkal. Aku menjalankan perahu dengan menolak galah ke dasar lumpur. Bukan mengkayuhnya.

Begitu aku tiba di tepian laut, ibu tersenyum menyambutku. Ibu cepat naik ke perahu dan ikut mengkayuh. Orang-orang maklum. Mereka tahu, kalau kami butuh banyak uang untuk menyekolahkan adikku Suti dan mengobati ayahku. Kami harus bekerja keras. Orang-orang kapung pun kagum melihat kerja keras kami. Satu jam lebih kami mengkayuh dan sambil bercerita. Ibu banyak bertanya tentang Suti dan menasehatiku, agar jangan sampai hamil. Kami akan mendapat malu sekampung, katanya. Aku setuju. Tapi aku minta ibu harus rela juga, kalau sekali seminggu, aku membawa Suti ke pulau bakau untuk menangkap kepiting. Alasanku menangkap kepiting, tapi ibu sudh mengerti maksudku, agar Suti juga mendapat giliran. Ibu diam tan membantah.

Sampai di tempat kami menjatuhkan sepuluh buah alat penangkap kepiting ke laut dengan umpan usus ayam, entah darimana ibu mendapatkannya. Aku memasang juga sepuluh buah pancing dengan umpannya dan menancapkannya ke beberapa tempat, untuk memancing ikan sembilang. Kini iabu yang turuna ke lumpur untuk meraba lumpur mendapatkan kerang. Orang-orang berseliweran. Melihat kami sudah berada di tempat memasang jerat kepiting dan mengembangkan jaring, perahu-perahu itu pun berlalu. Sesekali terdengar teriakan. Udah dapat banyak belum….? Aku menjawabnya dengan sambil lalu:” baru turun paaaakkk.” Mereka pun berlalu, bahkan banyak yang pulang, karean kosong tak dapat apa-apa. Ibu mengantarkan beberapa keranjang kecil kerang ke atas perahu. Di akar bakau, ibu mengelus kontolku. Tangannya dia masukkan dari atas karet celanaku.
“Bu, hati-hati, nanti aku jatuh, ” kataku. Ibu tersenyum. Kontolku cepat mengeras. Ibu menurunkan celanaku sampai ke mata kaki. Aku berpegangan ke pohon bakau dan menungghingkan dirinya.
“Ayo cepat… ibu sudah tak tahan. Cepat!” katanya. Aku menyodokkan kontolku perlahan ke lubang memeknya.
“Ayo.. yang dalam… dalam lagi,” katanya. Aku memeluk tubuh ibu dan mengocok kontolku dalam memeknya. Tiba-tia tersengar suara desir air. Pasti perahu yang datang. Aku mencabut kontolku dengan cepat. Menaikkan celanaku dan ibuku juga menaikan celananya dengan cepat. Dia melangkah ke atas perahu dan mengambil sebotol teh manis dan membawanya ke akar-akar pohon bakau. Saat teh tertuang ke dalam gelas, perahu kecil itu lintas. Sebuah perahu kecil.
“Suti….” panggil ibu. Ternyata yang datang ke tempat kami adalah Suti menaiki perahu tetangga tanpa cadik. Suti tersenyum dan menepi. Dia naik ke akar bakau dan membawa beberapa potong goreng sukun. Kami memakannya dengan riang. Ibu menatapku dengan tajam. Dia tandatanya, kenapa Suti harusmenyusul. Apakah Suti sudah curiga?

Setelah meneguk beberapa teguk teh manis, ibu kembali meraba lumpur berpura-pura mencari kerang dan meninggalkan, kami. Aku menyibukkan diri mendekati bebetrapa pancing yang kupasang. Ada dua pacing yang bergoyang-goyang. Aku menariknya dengan cepat. Ya… dua ekor ikan sembilang trangkat dan kulepas dari pancing serta memasukkannya ke dala perahu.
“Kapan kita berdua ke tempat ini?” tanya Suti.
“Kitabuat jadwal setiap minggu pagi dan mingu sore. Saat kamu tidak sekolah dan latiha pramuka,” kataku.
“Benar ya, Mas…” pintaSuti setengah berbisik.
“Benar..” aku janji, kataku.
“Kalau begitu Suti pulang ya…” Suti pun pulang meninggalkan tempat itu. Saat itu ibu datang setelah mencuci tubuhnya yang berlumpur dengan air laut yang bening. Dia mendatangiku ke akar bakau.
“Suti bilang apa?”
“Dia minta jatah. Kapan aku bersamanya?” kataku berterus terang. Aku menceritakan pada ibui, setiap minggu pagi dan minggu sore atau kalau SUti tidak latihan pramuka dan kalau ibu berhalangan.
“Kamu tidak bercerita apa-apa tentang kita kan?” tanya ibu. Menurutku inilah kesempatanku.
“Tidak bu. Tapi nampaknya Suti curiga. Untuk itu, dia harus dapat kesempatan. Kalau tidak dia akan membuntuti kita terus,” kataku berpura-pura. Ibu menjawabku dengan memberiku ciuman di pipiku.
“Kamu anak pintar tole…” kata ibu dan meremas kontolku lagi. Suara-suara burung bercicit-cicit di atas dahan-dahan bakau dan sesekali mereka berkejaran. Ibu melepaskan celananya dan kini dari pusat sampai ke bawah, telah telanjang. Tubuhnya masih padat dan bulukemaluannya sangat tipis membuat belahan memeknya jelas terlihat. Aku bersandar ke pohon bakau. Ibu langsung menaiki tubuhku. Aku berada di antara kedua kakinya. Ibu memasukka kontolku ke lubang memeknya sampai masuk semuanya. Aku memeluknya dan menaikkan baju kaosnya, sampai kedua teteknya tergantung. Mulutku menghisap-hisapnya. Ibu terus memutar-mutar tubuhnya, hingga terasa kontolku menyentuh-nyentuh lubang terdalam dari memeknya. Dan ibu histeris dengan lenguhannya yang kuat dan memelukku kuat sekali.
“Ibu sudah sampai,” kataku. Ibu diam saja dan terus memelukku. Kni giliranku menghenjut-henjutnya dari bawah. Sampai aku melepaskan spermaku. Kami berpelukan dan melepaskan nikmat kami. Akhirnya, kontolku lepas dari lubang memek ibu. Ibu tersenyum. Dia menaikkan celananya dan aku juga. Kami megangkati jerat-jerat kepiting. Ada beberapa yang dapat dan ada yang masih korong. Kami menjatuhkannya kembali. Jaring yang kutebar perlaha kutarik dan ada beberapa ekor ikan kecil yang dapat. Cukup utuk lauk makan kami malam ini dan untuk bekal besok subuh.

“Bagaiamana? Apa kamu dapat menikmatinya?” kata ibu. Aku diam saja.
“Ya.. pasti Suti lebih nimmat, kan?” katany aketus dan cemburu. Aku diam juga.
“Kalau kamu merasa sudah longgar, ibu akan berikan yang lebih sempit dan lebih enak,” kata ibu.
“Bagaimana bisa sempit?” kataku.
“Apa kamu mau?” tanya ibu. Aku mengangguk. Ibu dengancepat menurunkan celanaku dan memasukkan kontolku ke mulutnya. Kontolku dijilatinya. Wah.. aku belum pernah merasakan nikmatnya dikulum seperti itu. Setelah kontolku keras, ibu melepas celananya dan dia menunggingkan tubuhnya dan berpegangan ke pohonbakau.
“Ayo masukkan itu mu ke lubang belakang ibu,” katanya. Aku seperti tak yakin.
“Ayo cepat. Nanti orang datang,” katanya. Aku menusukkan kontolku ke mulut lubang belakangnya. Kutusuk lubang belakang itu dengan kuat. Kepala kontolku sudah menembusnya.
“Perlahan saja. Berhenti sebentar,” kata ibu. Lalu aku menusuknya kembali. Setelah setengah kontolu masuk ke lubang belakangnya, aku merasa kontolku dipijat-pijat. Aku mearasa nikmat.
“Ayo ditusuk terus,” kata ibu. Aku menusuknya.dan mencabutnya. Bagaikan aku menusk dan mencabut di lubang memeknya.
“Kalau mau keluar, keluarkan di lubang memek ib,” pinta ibu. Aku memeluknya dari belakang sembari terus mencucuk cabut kontolku di lubang yang nikmat itu. Sebelah tangan Ibu meraba-raba memeknya.
“Bu.. aku mau keluar…”
“Cepat cabut dan masukkan ke lubang memek ibu,” katanya. Aku mencabutnya dan dengan cepat aku mencucuknya ke lubang memeknya. Aku memeluknya dan melepaskan spermaku di dalam lubang memeknya. Ibu pun kembali histeris dengan nimmatnya.
“Bagaimana… enak kan?” tanya ibu. Au tersenyum.
Kami menarik semua jerat peiting. ada yang kena ada yang kosong. Kami harus pulang, sebelum matahari terbenam. Ibu naik ke perahu dan kami sama menaikkan layar, karena angin masih dari laut ke darat. Kami berlayar dengan perasaan kami masing-masing.

“Kapan-kapan, aku boleh melihatmu bersama Suti?” tanya ibuku.
“Bagaimana caranya, Bu?”
“Kita bertiga ke bakau ini dan aku berpura-pura mencari kerang di seberang sembari meilhat orang. Kalau aku bernyanyi-nyanyi, itu pertanda ada orang. Kalau tidak kamu boleh teruskan dan ibu akan mengintip,” kata ibu. Gila pikirku. Aku diam memikirkannya.
“Tapi kalau Suti mengintip kita, boleh enggak?” tanyaku.
“Suti tak boleh tau. Bisa bahaya,” kata ibu. Aku berpikir. Ya… Suti tak boleh tau.
“Bagaimana?” tanya ibu mendesak. Sebuah desakan yang susah kujawab. Diam-diam, aku mencintai Suti adikku sendiri. Aku menyayanginya. Akhirnya aku pu setuju, kalau ibu boleh melihat aku denganSuti, supaya satu saat nanti ibu muak dan dia tak mau lagi bversetubuh denganku. AKu setuju. Ibu pun tersenyum. Kami sampai di rumah dan membawa hasil kami untuk dimasak untuk makan malam. Suti ikut membantu membersihkan ikan sembilang dan kepiting disimpan untuk besok pagi di jual. Cukup untuk membeli dua kilo beras.
Ibu sangat puas mengintip aku dan Suti berciuman mesra dan saling membelai. saling mengulurkan lidah. Aku menjilati teteknya dan megelusnya. Sutri berada di pangkuanku dan kami berpelukan dengan mesra dan saling mebelai. Aku tahu, ibu mengintipku dari belakang Suti. Aku tahu ibu berahi mengintip kami. Aku tahu ibu meraba memeknya. Ibu juga tahu, kalau aku sangat meikmati persetubuhanku dengan Suti dan sampai
akhirnya aku membuang kondom ke laut. Aku yang menjagadiri dengan SUti, kalau tidak nampaknya Suti mau nempel terus dan bermanja terus. Aku hanrus menjaga mata orang-orang kampung.

Saat Suti sekolah, aku mendengar pertengkaran kecil ibu dan ayahku.
“Kpk kamu bisa hamil, Bune…” kata ayah.
“Lho kok bisa hamil? Pertanyaanmu kok aneh. Apa kontolmu tidak mausk ke puki-ku?” tanya ibu tak kalah sengit.
“Tapi aku kan pakai kondom?” kata ayah.
“Ya enggak tau. Kita tanya saja petuigas KB,” kata ibu. Tak lama kebetulan bu Ningsih petugas KB dari kecamatan lewat di lorong rumah kami. Aku melihatnya dari atas perahu di kolong rumah. Aku mendengar percakapan mereka. Bu NIngsih mengatakan,
“Mungkin konromnya bocor, jadi bisa hamil. Kalau hamil ya sudah, soalnya kan Sutinah sudah SMP jadi sudah bisa hamil lagi,” kata bu Ningsih. Ayah pun diam. Ibu pun dengan kasar membentak ayah setelah bu Ningsih pergi.
“Tuh… jadi jangan tanya-tanya kenapa aku bisa bunting. Yang jelas yang bikin aku bunting, kontolmu sendiri,” kata ibu sangat sengit dan ketus, membuat ayah terdiam tak berkutik. Bahkan tersenyum. Ayah tau, kalau ibu ke laut , aku yang menemani. Yang ayah tak tau, kalau ibu hamil karena aku.

Ayah turun dari rumah menuju kedai kopi dan main catur di sana setelah ibu meaksanya minum obat. Saat ibu mau naik ke rumah, aku memanggilnya. Ibu datang dan naik ke perahu di kolopng rumah.
“Benar ibu hamil?” tanyaku. Ibu mengangguk.
“Ibu takut membuangnya,” jawab ibu.
“Kenapa dibuang, Bu?”
“Karena dalam perut ibu adalah anakmu. Bukan anak ayahmu,” jawab ibu berbisik. Aku diam.
“Kalau nanti harus menyanginya, karean dia anakmu. Ini rahasia,” kata ibu. Aku menganguk. Tak pernah terpikir, aku akan punya anak. Kutatap wajah ibu dan ibu menatap wajahku dengan senyum. Ibu tahu aku limbung dan tak menyangka akan punya anak.

“Tapi kau harus terus menerus menyiraminya,” kata ibu.
“Menyiram bagaimana bu?” tanyaku.
“Kita harus terus menerus ngentot, bodoh,” kata ibu ketus.
“Kenapa?”
“Kalau tidak, nanti di dalam perut anakmu sakit,” kata ibu. Aku mengangguk. Aku berpikiran, kalau orang hamil harus terus menerus disetubuhi. Aku diam. Aku haruspandai-pandai menguasai keadaan agar Suti tidak cemburu. Padahal kalau boleh, aku justru ingin punya anak dari Suti.

“Suti mana?” tanya ibu. AKu amenjelaskan, kalau Sutibaru saja pergi latihan pramuka ke sekolahnya.
“Ayo cepat. Kamu naik dari pintu belakang dan aku dari pintu depan. Kamu harus menyirami anakmu,” kata ibu. Aku cepat meningalkan perahu. Aku tak ingin anakku sakit dalam perut ibu. Cepat kututp pintu. Ibu juga menutup pintu dari depan. Ibu langsung ke dapur menemuiku dan memelukku. Aku juga memeluknya. Ibu menyumpalkan teteknya ke mulutku.
“Buat aku seperti Suti,” kata ibu. Aku mengisap-isap dan merabai tetek ibu.
“Ya.. kamu harusisap, supaya nanti air susu ibu banyak dan anakmu bisa menyusui dengan lahap dari tetek ibu,” bisik ibu. Aku mengiyakan dan melakukan apa yang dikatakan ibu.

Kedu tetek itu kuisap dan kujilati bergantian. Kuremas dan kubelai-belai. Sampai aku sudah meloighat ibu melepaskan pakaiannya. Ibu menidurkan tubuhnya di lantai. Aku melepas celanaku juga dan menindih ibu dari atas. Ku buka kedua paha ibu dan kutusukkan kontolku ke lubang memeknya. Ibu menari tengkukku dan menyedot-nyedot bibirku. Aku menjulurkan lidahku. Kami saling mengisap lidah.
“Oh… kalau dari dulu aku mengathu begini… Kenapa ayahmu tak pernah melakukannya,” kata ibu.
“Ayah hanya melakukan apa, Bu?” tanyaku.
“Ayahmu hanya tau menusuk memek ibu dan menusuk belakang ibu, kalau ibu lagi haid,” katanya. Oh….
Aku terus menggenjotnya dan terus menusuknya. Dlam dan sangat dalam sekali. Ibu menggelinjang dan memelukku dengan kuat.
“”Ayooo… toleee… diteruskan. Ibu sudah mau sampai.. terus nak…” kata ibu. Aku terus menggenjotnya dari atas. Aku menekan kuat tubuh ibu dan ibu memelukku. Kami sama-sama menikmatinya.
“Ayo… buruan… nanti ayahmu pulang…” Aku menggenjotnyaslebih cepat lagi. Leboh cepat lagi dan lebih cepat lagi. Crooottt…croootttt….crrrooooottttt…. Spermaku memenuhi lubang memek ibu dan kami berpelukan denga erat. Kii aku menyadari, bahwa aku juga sudah semakin menyayangi ibu, walau rasa sayangku lebih besar pada adikku Suti.
Kontolku keluar dari memek ibu karena mengacil. Aku bangkit. Ibu pun duduk membenahi celananya. Saat itulah terdengar ketukan di pintu depan. Ayah berteriak memanggil untuk dibukakan pintu.
“Kamu keluar dari pintu belakang langsung ke atas perhau,” kata ibu. Aku mendekati pintu dapur. Saat ibu melangkah ke depan dengan langkah yang kuat di atas lantai papan itu, aku membuka pintu dapur dan melangkahke bawah kolong dan naik ke prahu.

“Kenapa pintu dikunci? Mana anakmu?” tanya ayah.
“Di bawah membenahi jaring,” kata ibu.
“Kebnapa akutidak lihat?” tanya ayah.
“Karena matamu memang tuidak melihat,” jawab ibu ketus. Ayah turun ke korlong rumah. Dia mendapatiku tertidur didalam perahu. Saat ayah mau mendekat, aku pura-pura ngorok. Aku mendengar ayah melamgkah naik ke rumah.
“Wah… dia ngorok,” kata ayah.
“Biarkan dia ngorok. Dia letih sekali. Dia telah menggantikan kedudukanmu mencarimakan. Seharusnya kau banga pada anak laki-lakimu itu,” kata ibu.
“Ya… dia sangat muda menggantikan diriku,” kata ayah sedih. Ayahpu mengembangkan sajadah untuk melaksanakan shalatnya. Aku benar-benar tertidur saat adzan mahgrib berbunyi dari pengeras suara masjid, aku terbangun. Aku memenag letih, bukan mengakayuh perahu, tapi mengkayuh ibu agar anakkubisa aku sirami.

Sehabis makan malam, aku duduk di teras rumah. Ayah dan ibu sudah tertidur, demikian juga Suti. Tak ingin aku membangunkan Suti. AKu hanya memeluknya dan mengcup pipinya dengan sejuta sayang.
Mas kenapa tidak menyayangiku lagi, tanya Suti sepulang sekolah. Aku gagap menjawabnya. Aku jugamerasa, kalau Suti seperti tertinggal. AKu mengetahuinya, kalau Suti suka sendiri dan menyendiri.
“Mas, apa mas tidak sayang sama Suti lagi, ya?” tanyanya dengan rengekan.
“Siapa bilang Mas tidak sayang. Mas, harus kerja keras mendapatkan uang, utnuk sekolahmu, agar kamu
terus sekolah tinggi. Mas rela kerja keras untuk itu. Apa namanya itu bukan sayang?” tanyaku pula. SUti mengengguk.
“Tapi Mas sudah tidak pernah mengajakku lagi ke laut mencari ikan. Ibu saja yang mas bawa,” katanya mereajuk.
“Itu juga karena ibu sayang kamu. Dia tidak mau sekolahmu terganggu,” kataku.
“Tapi mas dan ibu tidak gituan, kan?” tanya Suti menyelidik.
“Apa kamu sudah gila SUti. Dengan ibu sendiri,” kataku pula setengah membentak. Suti diam dan menyadari kesalahannya. Suti lalu memelukku dan menyandarkan kepalanya dibahuku dengan manja. AKu memeluknya dan SUti mendongakkan kepalanya, lalu aku menciumi bibirnya dan kami berciuman mesra. Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka. Ibu memasuki rumah. Kami cepat-cepat berpisah. Suti turun dari pintu belakang dan aku duduk di lantai. Ibu tersenyum.
“Kedatanganku menggangu ya?” sindir ibu. Aku diam.
“Tapi ibu juga harus memberikan kesempatan kepada Suti. SUti juga butuh…” kataku. Ibu tersenyum.
“Ya.. sudah, bawa dia melaut. Hati-hati jangan sampai ketahuan orang,” kata ibu. Aku langsung turun ke bawah menemui Suti dan mengajaknya melaut, karean Sabtu sore itu, Suti tidak ke sekolah latihan Pramuka dan tidak ikut les. Suti senang sekali kuajak ke laut. Kami membawa peralatan penjerat kepiting.

Kami sama-sama mendayung perahu ke tengah laut menuju pulau kecil. Kami sama-sama berkeringat. Saat kami di tengah laut, kami berpapasan dengan nelayan lainnya.
“Sudah gelap, bakal turun hujan deras…” seorang nelayan berteriak.
“Ya.. Pak. Kami hanya memasang jerat kepiting dan akan langsung pulang. Besok pagi akan kami angkat,” jawabku dengan suara keras.

Begitu selesai memasang jerat kepiting, huja turun dengan deras disertai oleh petir. Kami cepat-cepat ke pulau kecil dan menambatkan perahu, lalu kami berlari ke dalam gubuk yang ada di pulau kecil itu. Sebuah gubuk kecil beratap rumbia dan berdindingkan anyaman daun kelapa. Kami duduk di bangku-bangku kecil yang ada di sana. Tiba-tiba petir menyabung lagi dan kilatnya menyambar-nyambar.
“Mas…aku takut,” kata Suti. Dia naik kepangkuanku dan memelukku. Aku juga memeluknya. Lama kami saling berpelukan.
“Mas… aku mau,” kata Suti berbisik.
“Kita tidak bawa kondom. Nanti kamu hamil dik. Jangan ya,” kataku.
“Jadi bagaimana dong Mas?”
“Biar Mas jilati saja ya…” bisikku. Suti diam saja. Kuangkat baju kaosnya dan kulepaskan tali bra-nya. Aku mengisap-isap perlahan teteknya. Kujilati lehernya dan kuelus-elus pantatnya dalam pangkuanku.
“Mas… aku mau. Aku mau mas…” rengeknya.
“Nanti amu hamil dik. Jangan ya,” kataku.
“Tidak mas… dua hari lagi aku akan haid. Pingangku sudah mulai sakit,” katanya. Oh… aku tidak menyadari, kalau adikku sudah pintar menandai haidnya.

Kuturunkan dia dari pangkuanku, Kulepas celananya. Hujan masih terus turun dengan derasnya. Aku juga melepaskan celanaku. Kami berdua setengah telanjang. Kuminta Suti kembali naik ke pangkuanku. Dia sudah tau tugasnya. Suti naik kepangkuanku. Perlahan dia tangkap kontolku dan memasukkannya ke memeknya. Suti menekan tubuhnya, agar kontolku tertelan oleh memeknya.
“Oh…Kandas, mas,” katanya.
“Ya.”

Kami berpelukan dan bibir kami terus menempel. Lidah kami tak hentinya berkaitan dan kami saling memeluk dan saling mengelus-elus tubuh kami berlawanan dengan sapuan-sapuan mesra.
“Mas… benar tidak melakukan ini sama ibu, kan?” tanya SUti masih mengandung curiga.
“Kamu jangan mengada-ada,” kataku.
“Kabarnya ibu hamil mas,” kata Suti.
“Ya.. kenapa kalau hamil. Kamu kan juga dengar, kalau malam itu mereka begituan juga,” kataku.

Suti Diam. Dia terus memelukku dan perlahan-lahan mengoyangkan tubuhnya. Dia memutar-mutar pinggangnya dan aku terus mengisapi teteknya yang mungil denganpentil yang kecil.
“Andaikan kita tidak bersaudara ya Mas,” kata Suti.
“Kenapa?”
“Kalau kita tidak bersaudara, kita akan pacaran. Kalau SUti tamat sekolah,. kita menikah<’ katanya.
“Hus… jangan pikirkan itu. Nanti kamu harus menikah dengan laki-laki lain,” kataku.
“Nanti kalau Suti sudah menikah dengan lak0-laki lain, kita tidak bisa seperti ini lagi,” katanya.
“Siapa bilang. Bisa dong. Kita akan buat pertemuan rahasia,” kataku meyakinkan dan Suti tersenyum sembari terus mengoyang-goyang pinggangnya.

Suti pun memeluk erat tubuh ku. Nafasnya sudah terenagh-engah. Oh…. Suti meleguh seperti lembu.
“Aku sudah sampai mas,” katanya. Aku tetap memel;uknya dan membiarkan dia berada di pangkuanku. Aku tahu, SUti sudah lemas. Kubiarkan dia diam di atas pangkuanku. Aku tetap memeluknya dan membelainya. Kontolku masih tetap tegang dan keras dalam memeknya.
“Mas… sayanag Suti, kan?” bisiknya.
“Ya.. aku tetap menyayangimu,” kataku merayunya.
“Mas jangan pernah lakukan ini pada ibu ya?” ulangnya lagi.
“Kamu jangan mengada-ada dik. Jangan mengada ada,” kataku.
“Benar ya Mas…”
“Benar. Dia ibu kita,” kataku mengandung penyesalan. Suti mencium leherku dan mendengus di sana. Terasa nafasnya hangat di leherku. Gairahku muncul. Aku memelukkan kedua tangankua ke pantatnya dan menarik maju-mundur, agar kontolku keluar masuk di memeknya.
“Terus mas… enak….” katanya. Aku meneruskannya. Suti memelukkan kedua tangannyake tengkukku dan mulai menempelkan bibirnya dan lidah kami kembali bertautan.
“Ayo mas… ayo mas. ayoooo…” katanya. Kulihat nafsunya demikian menggebu-gebu. Aku terus menggoyangnya dan terus mencucupi bibirnya dan suara hujan semakin lama semkin menderas saja. Sesekali suara petir menggema dengan didahului oleh kliat dengan lidahnya yang menyambar-nyambar. Pada suara petir yang ketiga, aku memeluknya dengan kuat dan Suti juga memelukku dengan kuat. Saat itu, aku melepaskan speermaku beberapakali ke dalam memeknya.
“Maaaasssss….ohhhh….”
Aku terus e\memeluknya dengan kuat dan membelai-belai kepalanya.
“Enggak pakai kondom lebih enak lo Mas,” katanya.
“Kenapa?”
“Entah. Rasa lendirnya lebih nikmat. Kalau gak pakai kondom, lendirnya gak terasa,” kata Suti tersenyum.
“Ya… kita haruspakai kondom, kecuali kalau kau dua hari lagi mau haid,” kataku.

Kontolku mengecil dan lepas dengan sendirinya dari memek Suti. Kuturunkan tubuh Suti, seiring dengan hujan mulai mereda. Malam sudah tiba dan langit makin hitam. Angin mulai rada juga.
“Kita pualng Mas. Aku takut,” kata Suti.
“Ya. Kita pulang”
Kami memakai pakaian kami dan mendekati perahu lalu naik ke atasnya. Aku melepaskan ikatan tali perahu dan kami mengkayuh ke darat. Di darat, kami sudahmelihat kerlipan lampu=lampu dari desa kami. Kami memacu dayungan kami. Jangan sampai hujan datang semakin deras lagi dan angin menderu-deru. Di bawah siraman hujan rintik kami mendayung dan mendayung perahu kami tanpa kenal lelah.

“Mas… aku masih mau,” kata Suti.
“Besok lagi. HUjan nanti deras dan angin nanti kencang, Kita harus segera tiba di rumah dan ganti baju, biar besok amu tidak sakit,” bujukku. Suti tersenyum dengan semangat dia mendayung perahu dengankuat dan perahu kami melaju dengan kencang.

Setiba di rumah, kami langsung mengganti pakaian kami dengan yang kering dan kami menyantap makanan yang sudah tersedia. Aku memberikan sebuah tablet obat flu, agar Sutio tidak sakit dan aku jugam enelan sebutir obat itu. 
Saat kami makan dengan lahapnya, ibu tersenyum dari sebuah sudut saat mata kami bertatapan. Aku mengerti apa arti senyumannya dan arti tatapannya. Terlebih tanpa sadar, aku menyuapkan sepotongikan ke mulut Suti dan Suti menerima dengan mulutnya, ketika aku menyodorkannya ke mulutnya. uti pun makan dengan bahagia.


Usia makan Suti mencuci piring bekas piring makan kami. Saat itu itu ibu datang mendekatiku dan berbisik.
“Kamu jangan lupa giliranmu menyirami bayi dalam kandunganku,” katanya. Aku mengangguk. Yah… sudahkepalang. Dalam perut ibu ada bayiku. Kata ibu yang sudah berpengalaman, aku harus terus menerus menyiraminya, kalau aku tak mau bayiku sakit dalam perut. Aku terkejut. Tiba-tiba saja, ibu mengelus kontolku dari balik celana. Dalam keterkejutanku, ibu malah tersenyum.
“Tadi dia sudah makan kenyang tuh,” sindir ibu. Aku mengerti maksudnya. Kontolku sudah makan kenyang dari memek Suti. Aku tersenyu kecil.
“Siapa yang kenyang, Bu,” tanya Suti menyahut dari belakang.
“Mas mu. Dia sendawa, berarti makannya kenyang,” kata ibu di dapur. Aku jelas mendengarnya.

Tiga hari setelah kejadian itu, aku didatangi ibu di dapur. Pagi itu, ayah pergi ke kecamatan. Katanya ada pertemuan partai yang mau kampanye. Ayah diundang oleh calegnya. Suti sekolah. Ibu langsung meraba kontolku dari balik celanaku. Pagi yang hangat itu, aku benar-benar jadi nafsu. Langusng kupeluk ibu dan mencium bibirnya dan aku mempermainkan lidahku dalam mulutnya. Ibu membalasnya. Kuinta ibu berjongkok.
“Untuk apa?” katanya. Aku hanya menatapnya dengan mataku aku meminta ibu mengikuti apa yang kumau. Ibu pun berjongkok. Kukeluarkan kontolku, lalu kusodorkan ke mulut ibu.
“Hisap bu,” kataku. Ibu sempat melihatku. Lalu kontolku dipegangnya, lalu dimasukkan ke dalam mulutnya.
“Aduh, Bu. Jangan kena gigi ibu, sakit,” kataku. Ibu berusaha agar gigibnya tidak mengenai kontolku. Aku merasa nikat sekali.
“Bagaimana Bu? Enak juga kan?” kataku. Ibu ku diam saja.

Ku minta ibu berlutut dan meungging. Ibu melakukannya. Kusingkap rok-nya. Ibu yang tidak memakai celana dalam kukangkangkan. Kumasukkan pelat-pelan kontolku ke lubang memeknya. Perlahan aku enusuknya dan perlahan pula aku menariknya.
“Bagaimana, Bu?” kataku.
“Enak. Teruskan,” katanya. AKu mencucuk tarik kontolku di dalam lubang memek ibu. Ibu mendesah-desah, bagaimana anjing yang baru saja usai berlari jarak jauh. Sampai akhrinya, aku melepaskan spermaku di dalam memek ibu.

Perut ibu semakin membesar. Ibu sudah tak mungkin lagi ut ke laut. Jika sore Suti tidak ikut latihan pramua atau les, Suti selalu menemaniku ke laut. Tentu dengan nasehat, hati-hati, jangan sampai Suti hamil dan jangan sampai ada yang tahu. Aku mengangguk. Aku pun melaut bersama Suti. Selalu saja, aku ketinggalan kondom. Suti juga tidak mengingatkan dan malah Suti sangat menginginkan aku tidak memakai kondom. Kami justru bersetubuh denga leluasa tanpa pengaman. Tanpa sadar, Suti hamil dalam usia 15 tahun. Aku sempat panik juga. Kalau digugurkan, bagaimana mengatakannya kepada ibu dan bagaimana mengatakannya kepad adokter yang akan menggugurkannya. AKhirnya aku dapat akal. AKu mengteahui kalau Amir suka mencuri-curi pandang kepada Suti. Dan beberapa kawan-kawan Suti suka mengolok-olok Suti dengan Amir dan Suti biasanya tertunduk malu, tapi Amir malah bangga dan senang.

AKu mulai meyakinakn SUti, kalau dia harus membawa Amir ke pulau ini, kemudian merayunya dan melakukan persetubuhan dengan Amir. Mulanya Suti tidak mau, atpi aku terus meyakinkannya, kalau kami tak mungkin menikah. Dengan perasaan berat, SUti akhirnya mau juga. Aku lebih dahulu ke pulau kecil dan mengendap di balik pohon bakau. Tak lama perahu kecil dinaiki oleh AMir dan Suti muncul. AKu sembunyi di balik pohon bakau yang lebat. AKu melihat AMir mulai merayu Suti. Usia mereka hanya selisih 4 tahun. Mereka pun berciuman. Saat itu Suti yag sudah lincah dan pintar mulai mengelus-elus kontol Amir. Amir membalas mengelus-elus memek Suti dan Amir melepaskan celananya. Perlahan pula Amir melepas celana Suti yang tidak memekai celana dalam. Perlahan Amir menindih Suti di atas perahu dan memasukkan kontolnya ke dalam memek Suti. Aku melihat dengan jelas, Amir menggenjot Suti dari atas sampai perahu terangguk angguk. Sampai akhirnya mereka merenggang dan Suti menangis. AKu mendengar Amir membujuknya dan memeluk Suti dengan tulus. Kejadian itu terulang berkali-kali atas petunjukku. Sampai akhirnya, aku meminta dikawani oleh dua orang tua mencari perahu yang dipakai Amir dan Suti. Kami mengendap-endap dari balik pohon bakau. Kami bertiga melihat Suti digenjot oleh Amir.
“Bagaimana. Kita tangkap basah,” kata salah seorang orangtua itu.
“Terserah. Tapi aku di sini saja. AKu malu,” kataku. Mereka memakluminya. AKhirnya kedua orangtua penduduk kampung kami memergoki mereka dan menyergapnya. Saat mereka menyergapnya aku puilang sendiri. Dari kejauahan aku melihat mereka membawa Suti dan Amir ke kampung dan aku sudah lebih dahulu sampai. Aku hanya tertunduak saja, saat keduanya dibawa ke rumah kepala desa. Kedua orang tua kami diundang datang dan semua diberitahukan.

Aku katakan, aku tak mau persoalan ini diperbesar-besar. Aku meinta agar mereka dinikahkan saja. Mulanya ayahku uring-uriongan. Tapi aibuku membentaknya dan aku menyetujui mereka menikah. Akhirnya, kedua orangtua Amir setuju mereka dinikahkan, karena ibu AMir sudah lama menyenangi adikku Sutinah.

Sore itu, beberapaorang di desa itu diundang, termasuk kepala sekolah Suti. Kepala desa memohon, agar Suti diperkenankan mengikuti ujian, minggudepan agar mendapat ijazah. Kepala sekolah setuju. Mereka dinikahkan dan ayahku menjadi walinya. Aku tertunduk. Saat mata Suti melirikku, aku tersenyum dan Suti tersenyum sembunyi-sembunyi.

Malam itu juga, Amir pindah ke rumah kami dan di rumah tirai pembatas di pasang. Aku tidur di dapur. Setelah sebulan, Suti mulai muntah-muntah. Hampir seluruh dengan mengathui kalau SUti hamil. Orangtua Amir sangat senang. Bahkan ada yang mengatakan,.Amir itu laki-laki perkasa. Begitu nikah langsung hamil. Tapi ada yang mengatakan. kalau Amir dan Suti diam-diam sudah lama melakukan hubungan suami isteri secara diam-diam. Semua memaklumi. Begitulah kalau des pantai.

“Ini anak Mas, Kan?” kata Suti berbisik. Aku mengangguk. Dalam hatiku, kalau setahu ini, aku akan mendapatkan dua orang anak sekali gus. Sati dari ibu dan satu dari adikku Suti.

Orang-orang kampung datang ke rumah kami, setelah tujuh hari ibu melahirkan seorang bayi laki-laki. Selamatan dibuatkan kecil-kecilan. Bacakan namanya. Ayaku senang ssekali atas kelahiran bayi mungil itu. Dalam usianya yang tua, orang brkata, kalau ayahkju masih hebat. Ayah pun dengan busung dada sangat bangga dikatakan demikian.

Duabulan setelah itu, giliran Suti melahirkan. Dia meraung-raung. Maklum anak pertama. Aku sangat gelisah akan keselamatan adikku Suti. Ada penyesalan dalam diriku. Ibu bidan desa terus menerus menemani Suti yang masih muda belia itu. Akhirnya aku mendengarkan suara tangisan bayi yang memecah hembusan angin senja. Bayi laki-laki kata ibu bidan. Aku pun lega. Ku dengar tangisan Suti langsung terhenti. Ibu pun sangat sibuk mengambil air dalam waskom. Bayi dibersihkan.

Setelah semua selesai, kami satu-persatu bergantian diberikan kesempatan m,enyalami Suti. Pertama Amir, kedua orangtuanya, ayahku dan terakhir aku. Aku mencium pipi SUti. Suti memelukku kuat dan meneteskan air mata. Aku juga.
“Selamat ya dik…” kataku.
Suti meraih tengkukku dan membisikkan ke telingaku.
“Bukan dik. Bune…” katanya berbisik.
“Aku mendekarkan mulutku ke telinganya dan megatyakan:” Selamat ya bune…”
Suti tersenyum di balik wajahnya yang masih pucat. Aku juga tersenyum. Semua menyaksikannya. Lalu ibuku angkat suara.
“Aku bahagia sekali. Anak laki-lakiku, sangat menyayangi adiknya Suti. Demikian juga Suti sangat menyayangi kang Mas-nya. Maklumlah, selama ini hanya ada mereka berdua, sebelum adik Suti laghir,” kata ibuku dengan sedikit bangga atau dibangga-banggakan.
Semua ikut memuji kami, aku dan SUti
TAMAT

35 komentar:

Unknown mengatakan...

http://hargavimaxasli.com
http://obatvimaxjakarta.com
http://arul-shop.com

welas asih mengatakan...

CARA BESARKAN PENIS MAKASSAR

OBAT PEMBESAR PENIS BALI

OBAT PEMBESAR PENIS MAKASSAR

PEMBESAR PENIS BATAM

PEMBESAR PENIS MEDAN

PEMBESAR PENIS PEKANBARU

PEMBESAR PENIS BOGOR

PEMBESAR PENIS BATAM

PEMBESAR PENIS CIBINONG

PEMBESAR PENIS SURABAYA

Me mengatakan...


Download Bokep Asia Terbaru Gratis

Free Download Porn Videos


Free Streaming Full Sex Videos


Download JAV For Free


Thailand Sex Full Movie


Arabian Sex Full Video


Indian Sex Hot


Free Cam Sex Videos





Download Bokep Asia Terbaru Gratis

Free Download Porn Videos


Free Streaming Full Sex Videos


Download JAV For Free


Thailand Sex Full Movie


Arabian Sex Full Video


Indian Sex Hot


Free Cam Sex Videos























Download Bokep Asia Terbaru Gratis

Free Download Porn Videos


Free Streaming Full Sex Videos


Download JAV For Free


Thailand Sex Full Movie


Arabian Sex Full Video


Indian Sex Hot


Free Cam Sex Videos





Download Bokep Asia Terbaru Gratis

Free Download Porn Videos


Free Streaming Full Sex Videos


Download JAV For Free


Thailand Sex Full Movie


Arabian Sex Full Video


Indian Sex Hot


Free Cam Sex Videos

























































Download Bokep Asia Terbaru Gratis

Free Download Porn Videos


Free Streaming Full Sex Videos


Download JAV For Free


Thailand Sex Full Movie


Arabian Sex Full Video


Indian Sex Hot


Free Cam Sex Videos





Download Bokep Asia Terbaru Gratis

Free Download Porn Videos


Free Streaming Full Sex Videos


Download JAV For Free


Thailand Sex Full Movie


Arabian Sex Full Video


Indian Sex Hot


Free Cam Sex Videos























Download Bokep Asia Terbaru Gratis

Free Download Porn Videos


Free Streaming Full Sex Videos


Download JAV For Free


Thailand Sex Full Movie


Arabian Sex Full Video


Indian Sex Hot


Free Cam Sex Videos





Download Bokep Asia Terbaru Gratis

Free Download Porn Videos


Free Streaming Full Sex Videos


Download JAV For Free


Thailand Sex Full Movie


Arabian Sex Full Video


Indian Sex Hot


Free Cam Sex Videos

olangbobb mengatakan...

permisi kakak2 numpang promo ya
yang suka main poker dan domino online, mari gabung di sini bersama kami di www.saranapelangi.com. kini hadir dengan 7 permainan yang dapat dimainkan dalam 1 website. dapatkan jackpot hingga ratusan juta setiap harinya. gak mau kalah teruskan main poker dan domino online ? ayo buruan gabung bersama kami di www.saranapelangi.com

Saranapelangi.com adalah satu - satunya Website Dengan Player VS Player Tanpa Menggunakan Bot (tanpa ROBOT) 100% Fair Play!!!

Hot Promo Dari SaranaPelangi!!!
*Bonus Rollingan Sebesar 0,5%
*Bonus Refrensi Sebesar 20%

Tunggu Apalagi?!, Ayo Gabung Dan Main Bersama Kami!!!


Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami di www.saranapelangi.com atau melalui android kami.

- BBM : 2B47BB9C
- CALL : +855964972098
- WEECHAT : saranapelangi
- SKYPE : saranapelangi
- EMAIL : saranapelangi99@yahoo.com
- FACEBOOK : saranapelangi99@yahoo.com

WWW.SARANAPELANGI.COM

Sindi Rahayu mengatakan...

<<<======== Visit this link =======>>>


======================================
[+] Update JAV HD [Censored and Uncensored]
======================================
[+] Download Hentai Lengkap
======================================
[+] Download Hentai & Baca Komik Hentai
======================================
[+] Produksi Bokep Paling Update
======================================
[+] Bokep jepang
======================================
[+] Download Hentai Paling Update
======================================
[+] Cerita Sex & Bokep Indo
======================================
[+] Download Bokep Asia
======================================
[+] Bokep Indo & Cerita SEX
======================================

Yoona Marceline mengatakan...

Yuk yang hobi main poker, gabung bersama aku di www.sinidomino.com yukk

SINIDOMINO Adalah Situs Poker Online Yang Menjamin Permainan 100% Tanpa

Robot

Buat Anda yang hobi bermain Poker Online
Kini Telah Hadir Poker terbaik yang pernah ada yaitu SINIDOMINO.

SINIDOMINO.com memberi Promo menarik bagi pecinta permainan kartu online :
* Minimal DEPOSIT dan Withdraw Hanya RP. 20.000.-
* Jackpot Hingga Jutaan Rupiah Setiap Harinya
* Cashback Mingguan 0.5%
* Bonus Refferal 20%

Gabung sekarang juga dan dapatkan kemenangan yang luar biasa hanya di

www.sinidomino.com

Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami di :
LiveSuppot 24 jam :
* LiveChat : www.sinidomino.com
* Pin BBM : D61E3506
* Phone : +85598249684
* Skype : sinidomino

Terima Kasih Agan.

Raja Poker, Dewa Poker, Poker Online, Judi Poker, Agen Poker Online

cintami chen mengatakan...

bos pencinta togel,
ayo bergabung bersama kami....
http://www.togelpelangi.com/

Yen liang li mengatakan...

Ceritasex17
Ceritasex21
Ceritaporno17
novelsex17

bella shinta mengatakan...

Nice Post

Judi Bola
Judi Online
Game Casino
Casino Sbobet
Situs Judi Online
Bandar Bola Terpercaya

SHERLY mengatakan...

MomoPoker [Poker|Domino|Ceme|Capsa] Big Event!


MomoPoker Agen Poker & Domino Terpercaya Bonus Up To 100%

Bosan dengan agen yang PHP?
Slow respon dan tidak profesional?

MomoPoker hadir sebagai Agen Poker|Domino|Ceme|Capsa Profesional
CS kami yang ramah siap menjawab pertanyaan dan keluhan anda 1x24 Jam

Member Menang Kami Senang
Buktikan Kehebatan Anda Dengan Mengikuti Event Turnover
Berhadiah Puluhan Juta Rupiah

-Minimal Deposit 10rb & Withdraw 25rb
-Deposit & Withdraw Hanya 3 Menit!
-Bonus Deposit New Member 100% !!!!!!
-Bonus Deposit Harian Rp 10.000
-Bonus Cashback Turnover up to 0.5%
-Komisi Referral Up To 20%
-Jackpot Sampai Puluhan Juta Rupiah
-100% Player vs Player

CP:
-Fanpage FB: www.facebook.com/momopokerofficial
-LINE : @momopoker
-Pin BB : D6041C75
-Whatsapp : +85593718273

Winda Ramzi mengatakan...


PROMO SEPTEMBER
Ayo Gabung di momopoker Agen Game Online Resmi Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.

Keuntungan bermain di momopoker bisa mendapat hadiah utama sebuah macbook air senilai 13juta di MEGA EVENT MOMOPOKER dan juga tetap berhak mendapatkan bonus – bonus lain yang ada di momopoker seperti :
- Bonus Deposit 25%
- Bonus Harian 10%,-
- Bonus TO mingguan Up to 0.5%.
- Bonus Refferal 10%

Silahkan Hubungi Kami, melalui:
- Whatsapp : +85593718273
- LINE : csmomopk
- Pin BB : D6041C75

sagita ajalah mengatakan...

Artikel nya bagus gan, Mampir juga ya

Cerita Seks Online untuk 17 tahun ke atas

fany tan mengatakan...

Bagi Siapa Yang Lagi Binggung Cari BO Togel Terpercaya,
Jangan Di Tunggu Lagi Yuk Bermain Bersama TOGEL PELANGI
Proses Pelayanan Deposit Dan Withdraw Tercepat Banget lho..
CS profesional dan Sangat Ramah.
Bagi Siapa yang Ingin Mendaftarkan Diri Kepada Togelpelangi,

Telp : +85581569708
BBM : D8E23B5C
Line : togelpelandi
Skype: Togel Pelangi
Link: http://www.togelpelangi.com/

sagita ajalah mengatakan...

Situs Poker Terpercaya
Situs Poker Paling Dicari
Situs Poker Online
Situs Poker WINRATE 90%
Situs Bandar Ceme
Situs Capsa Susun
Situs Domino99
Situs Q-Kick
Situs Poker Freechip
Situs Poker Nomor Satu
Agen Poker Terpercaya
Agen Poker Online
Poker Online Terpercaya
Agen SBOBET Piala Dunia 2018
Agen Judi Bola Terpercaya
Agen Bola Pasti Bayar !!!
Agen Bola Paling Banyak Dicari
Agen Bola Pelayanan Nomor 1

cindy chen mengatakan...

Yuk bergabung bersama kami di togel online
kami togel online terbaik dan terpecaya
kami menyediakan 6 {enam} pasaran togel dan live DD48
mari buruan bergabung bersama kami
semua pasti menang dan dapat no ZONK...
Telp : +85581569708
BBM : D8E23B5C
Line : togelpelandi
Skype: Togel Pelangi
Link : http://www.togelpelangi.com/

Dewa Seo mengatakan...



dewa poker

capsa susun

forum dewasa

bandar ceme

agen poker

Forum bola

Cerita sex terbaru



Cerita Sek | Ku nikmati dientot anjing

Cerita Sex: Sensasiku Ngentot Dengan Hewan

cindy yu mengatakan...

ijin post ya kaka ;)
Become a MASTER at LIVECASINO338

HOT GAMES :
-Baccarat | Roulette | Sic bo | Dragon-Tiger | Slot Game.

Minimal deposit 25.000,- sudah bisa bermain disemua jenis game.

- Bonus Rollingan 0.8%.
- Bonus Referral 3% [SEUMUR HIDUP!]

Proses Deposit dan WD cepat hanya 1 menit!.
Easy Win?, Easy Play?, Easy to make money?

Hanya di LIVECASINO338 anda bisa mudah menang dan menghasilkan uang lebih...^^
So tunggu apa lagi? daftarkan sekarang, klik link berikut untuk mendaftar : [url]https://goo.gl/UC7fHu[/url] [Daftar Gratis]

Contact Us :
BBM : 2AD88032
WA : +855965922558
YM : cs_livecasino338

Ayo Buruan Bergabung ;)

#livecasino #casinoonline #bettingonline #rubyqq #casinoonlineterpercaya #situsonlinecasino #deposit #cashback #medan #indonesia #gamesonline #baccarat #slotcard #pokeronline #judionline #ahokbasuki #kulinermedan #ahokdjarot #holiday #love #livecasino338 #2AD88032

Angelin Chan mengatakan...

Daftarkan Diri Anda Sekarang Juga Di www.bolacasino88.com Agen Judi Online Terpercaya Di Asia.

Pelayanan Yang Professional Dan Ramah
Di Jamin 100% Tidak Adanya BOT Dan ADMIN.

- Minimal Deposit 20.000
- Minimal Withdraw 50.000

Dapatkan Hot Promo Kami Seperti :

- Bonus Refferal Seumur Hidup
- Bonus Sportsbook 100%
- Cashback Sportbook 5% - 15%
- Bonus Deposit Games 10%
- Cashback Games 5%
- Bonus Komisi Casino 0,8%

NB : Syarat Dan Ketentuan Berlaku

Nikmati 7 Permainan Dalam 1 Web Seperti:

- Sports
- Live Casino
- Togel
- Poker
- Slot Games
- Nomor
- Financial

Untuk Informasi Lebih Lengkap Silahkan Hubungi Customer Service Kami :

- Live Chat 24 Jam Online
- No Tlp ( +855962671826 )
- BBM ( 2BF2F87E )
- Yahoo ( cs_bolacasino88 )
- Skype ( bola casino88 )
- Facebook ( bolacasino88 Official )


Berita Hot : https://prediksitogelgoyangasoi.blogspot.co.id/2017/10/gaji-egy-maulana-vikri-hampir-menyentuh.html

http://prediksitogelgoyangasoi.blogspot.co.id/2017/10/terens-puhiri-saya-mengidolakan-kaka.html

reno silaban mengatakan...

CENDANAGAMING.COM AGEN BOLA, AGEN CASINO,AGEN JUDI ONLINE, SITUS JUDI ONLINE TERBAIK DAN TERPERCAYA

Felicia Natalia mengatakan...

Rasakan sensasi permainan yang menakjubkan dan nikmati bonus yang kami sediakan untuk anda .

Hanya Dengan 1 USER ID anda dapat memainkan 7 GAMES !!
BandarPoker | PokerOnline | CapsaSusun | DominoQQ | BandarQ | AduQ | SAKONG

Mari bermain bersama RUBYQQ , kami Agen Judi Poker Online Terbaik .
HOT PROMO DARI RUBYQQ yang di berikan RUBYQQ untuk para pemain judi poker online yang telah bergabung bersama kami :

☆ Bonus Referral 10% + 10% ( Seumur Hidup )
☆ Bonus Turn Over 0,5% DI BAGIKAN SETIAP HARI !!
☆ NO ROBOT & ADMIN
☆ 100% Fair Play Member Vs Member
☆ Proses Deposit & Withdraw 1-2 Menit .

Pendaftaran ==> http://rubyqq99.pkr69.com
Untuk informasi lebih lengkap silahkan Hubungi Customer Service kami
BBM : 2B8938F7
FACEBOOK : rubyqq
SKYPE : RUBY QQ

Felicia Natalia mengatakan...

Rasakan sensasi permainan yang menakjubkan dan nikmati bonus yang kami sediakan untuk anda .

Hanya Dengan 1 USER ID anda dapat memainkan 7 GAMES !!
BandarPoker | PokerOnline | CapsaSusun | DominoQQ | BandarQ | AduQ | SAKONG

Mari bermain bersama RUBYQQ , kami Agen Judi Poker Online Terbaik .
HOT PROMO DARI RUBYQQ yang di berikan RUBYQQ untuk para pemain judi poker online yang telah bergabung bersama kami :

☆ Bonus Referral 10% + 10% ( Seumur Hidup )
☆ Bonus Turn Over 0,5% DI BAGIKAN SETIAP HARI !!
☆ NO ROBOT & ADMIN
☆ 100% Fair Play Member Vs Member
☆ Proses Deposit & Withdraw 1-2 Menit .

Pendaftaran ==> http://rubyqq99.pkr69.com
Untuk informasi lebih lengkap silahkan Hubungi Customer Service kami
BBM : 2B8938F7
FACEBOOK : rubyqq
SKYPE : RUBY QQ

Baron Sembiring mengatakan...

MENYEDIAKAN 7 PERMAINAN KARTU TERFAVORIT
BANDAR Q | DOMINO 99 | ADU Q | BANDAR POKER | POKER | CAPSA SUSUN | SAKONG
GABUNG SEKARANG
MEMBERIKAN BONUS TERBESAR !!
- CASHBACK 0.3%
- REFFERAL 15%
- JACKPOT !!
- MINIMAL DEPOSIT & WITHDRAW 20RB
- BEST SERVER FOR GAMBLING NO ROBOT !
- PLAYER VS PLAYER
- FAST PROSES !
- CS ONLINE 24 JAM
JuraganQQ

Unknown mengatakan...

SELAMAT DATANG DI WWW.TOKO4D.NET
*** 1 USER ID UNTUK SEMUA GAME ***
SPORTBOOK | LIVECASINO | E-GAMES | TOGEL | POKER | SABUNGAYAM
Toko4d Tersedia 8 Pasaran Terbaik...
Discount : 2D : 29% | 3D : 59% | 4D : 66%
www.prediksitogeltoko4dd.blogspot.com
- Singapore
- Sydney
- Hongkong
- Magnum4d
- Kuching
- Wales
- Serbia
- Petaling
Promo Terbaru TOKO4D.NET :
- Bonus Deposit MEMBER BARU Sportbook 100%
- Bonus Deposit Sportbook 30% Setiap Hari
- Bonus Deposit 10% Setiap Hari Untuk Semua Game
- Bonus Casino Rollingan 0.8% Setiap Hari Senin
- Bonus Cashback Sabungayam 15%
- Bonus Cashback Sportbook 15%
- Bonus Cashback E-Games 20%
- Bonus Cashback Mixparlay 100%
- Bonus Rollingan Poker & domino 0,3%
- Bonus Referall 2% Semua Game
- Bonus Referall 1% dari member Togel
MIN DEPO & WD CUMA Rp.50.000,-
BCA - MANDIRI - BRI - BNI - DANAMON
UNTUK INFORMASI SELANJUTNYA BISA HUB KAMI DI :
LIVECHAT TOKO4D.NET 24 JAM ONLINE
Pin BBM : D8AEF213 | 2BAA30F5
LINE : TOKO4D
WECHAT : TOKO4DCS1
SKYPE : TOKO4D
GMAIL : toko4d@gmail.com
WA +855973820012

Togel Online
Kasino Online
Agen Sabung Ayam
Judi Casino
Agen Casino
Agen Togel
Judi Togel
Agen Judi
Judi Online
Judi Casino
Agen Casino
Judi Bola
Agen Bola

Arsenal mengatakan...

Agen Judi Online
Agen Judi Sbobet
Agen Judi Ibcbet
Agen Judi Casino Online
Agen Judi Tangkas
Prediksi Bola Akurat
Hasil Pertandingan FC Koln vs Arsenal: Skor 1-0
Idamkan Benzema, Tawaran Arsenal Dicap Memalukan!
Arsenal Juara Grup, Wenger Cemas Menanti Drawing

suiching mengatakan...

Agen Judi Online
Agen Judi Sbobet
Agen Judi Ibcbet
Agen Judi Casino Online
Agen Judi Tangkas
Prediksi Bola Akurat
Prediksi Burnley vs Arsenal 26 November 2017
Arsenal Tiba-tiba Ikut Bermanuver Untuk Boyong Bale
Masa Depannya Tengah Digantung, Wilshere Ambil Sikap Tegas

jumainah mengatakan...

XXX VIDEO IGO
GALERI FOTO NGENTOT
VIDEO NGENTOT
VIDEO SEX NGENTOT
STREAMING BOKEP
CERITA SEX DEWASA
CERITA SEX SEDARAH
CERITA SEX SELINGKUH
CERITA SEX ABG

Arsenal mengatakan...

Winenlose - Pengertian Dasar Casino Online
Winenlose - Secara umum, ada dua jenis kasino online
Winenlose - Pengertian Judi Online di Internet
Winenlose - Aspek Hukum Pidana Terhadap Pelaku Perjudian Online
Winenlose - Berikut Ciri Agen Judi Casino Online Paling Terpercaya dan Aman
Winenlose - Kegaduhan Perempuan di Media Sosial
Winenlose - Sebelum Meninggal, Bondan Winarno Sempat Ungkap Penyakitnya
Winenlose - Anies: Kalau Hotel dan Spa Alexis Buka Lagi, Kami akan Serbu
Winenlose - Mantan Kekasih Ronaldo Bantah Selingkuh dengan Giggs
Winenlose - Dituduh Korupsi, Pangeran Arab Saudi Dibebaskan Setelah Bayar Rp 13 T

Cheryl Chelsea Aliya mengatakan...

Agen Judi Online Terpercaya !
Bertaruh Dengan Menggunakan Uang Asli
100% Tanpa Robot

1 User ID untuk semua game !
- Poker
- Q-Kick
- Ceme
- Capsa
- Live Poker
- Ceme Keliling

Bonus Yang Disediakan :
-BONUS NEW MEMBER 20% Minimal Depo Pertama 200rb dan Maksimal 500rb
-BONUS REFERRAL 20% Berlaku Seumur Hidup
-BONUS TURN OVER 0.3% Dibagikan Setiap Hari Kamis Siang
-BONUS DEPOSIT HARIAN Minimal Depo 50rb

MORE SUPPORT :
- LIVECHAT www(dot)maniakqq(dot)com
- BBM 2C05572E
- SKYPE MANIAK QQ
- WA +855965977336

megan theresia mengatakan...

Sekarang Telah Hadir LIVECASINO338
Anda tidak perlu lagi untuk ke luar negeri hanya untuk bermain di Kasino
Hanya dengan menggunakan handphone saja anda sudah bisa bermain
LIVECASINO338 online 24 jam

Promo untuk saat ini:
~Bonus Deposit 10% (New Member)
~ Bonus Rollingan Casino 0.8% (all product)
~ Bonus Referral 3%

1 User id Untuk Semua permainan
~ Baccarat
~ Roulette
~ Sicbo
~ Dragon Tiger
~ Slot Game
~ Sabung Ayam

Contact US
WA : +855965922558
BBM : 2AD88032
NO HP : +855965922558
Register : http://livecasino3381.pkr69.com

Lucky Win mengatakan...

Selamat Pagi Pecinta Judi Online Di Manapun Anda Berada,
SALAM SEJAHTERA BAGI KITA SEMUA.

Luckywin99.com
Namanya saja udah bikin orang beruntung karena menang terus.

Untuk mendapatkan angka jitu pada keluaran Togel Sigapura sebenarnya tidak susah,apalagi dengan kehadiran banyak situ online yang beredar saat ini.Tapi,harus kita waspadai juga ya untuk user atau pemain pemula agar tidak mudah terpengaruh dengan segala hal yang dijanjikan oleh situs yang ada itu.

Di sini,kami hadir bagi anda pecinta Judi Togel Online yang setiap saat melayani pelanggan setia kami dengan penuh ramah tamah dan juga dengan pembayaran yang penuh tanpa ada kurang sedikitpun.Berapa saja akan kami bayarkan jika anda berhasil menang dalam tebakan angka maupun tebakan lainnya yang telah disediakan di situs kami.

Situs kami ini telah hadir untuk waktu yang cukup lama sekali lho.Untuk semua promo dan juga jumlah pembayaran akan tertera langsung saat anda pertama kali mengunjungi situs Judi Togel Online kami.Karena,situs yang aman dan jujur dalam pembayaran tidak memberikan informasi kepada orang lain selain ke pelanggannya sendiri.

Untuk lebih jelasnya lagi,segera saja daftarkan ke www.luckywin99.com untuk keteerangan lebih jelasnya.Tidak perlu langsung deposit dahulu di situs kami.Anda mulai saja dengan mengunjungi situs kami dan anda bisa lihat sendiri promo apa saja yang kami miliki,serta setiap saat ada angka keluaran jitu yang kami berikan agar pelanggan setia kami bisa tetap bermain bersama kami.

Di sana juga anda bisa menghubungi customer service kami untuk informasi lain yang belum anda mengerti.Mulai dari BBM,LINE,WHATSAPP,FACEBOOK,dan lainnya.

Jadi,silahkan Segera Daftar di situs kami ini,dan semoga semua bisa mendapatkan keuntungan bermain bersama kami.
Terima kasih,salam manajemen www.luckywin99.com

marco mengatakan...

film bokep

film bokep asia

film bokep jepang

film bokep korea

film bokep indo

linda tan mengatakan...

Agen Judi MGMCASH88 Online Terbesar Dan Terpercaya Indonesia.
Bergabunglah Bersama Kami Para Member Yang Setia Di MGMCASH88,
Bagi Anda Yang Belum mempunyai ID , Silahkan Melakukan Registrasi (Daftar).

Hanya 1 Rekening Anda Sudah Bisa Bermain Semua Game yang ada DI MGMcash88
Ini adalah list game yang ada di MGMcash88 :

- SBOBET BOLA
- SBOBET CASINO
- ION CASINO
- MAXBET
- TANGKAS 365
- 368bet
- SABUNG AYAM
- CBO855
Tersedia Game Baru kami Fish Hunter ( Tembak Ikan )

PROMO BANDAR ONLINE MGMCASH88 :
-Bonus Depo Bola 50%
-Bonus Cashback Bola 5% - 10%
-Bonus Depo Casino 3%
-Bonus Rollingan Casino 0.7%
-Bonus Referal Bola 3% MenangKalah teman
-Bonus Referal Casino 1% MenangKalah teman

Costumer Service 24 Jam Online :
Pin BBM : 7B2Ec260

Whatsapp atau nomor sms :
+66615620266
YM : mgmcash88

Faisal Latifc mengatakan...




TERBUKTI... NYATA KHASIATNYA...

TITAN GEL obat kuat tahan lama dan pembesar penis asli ( USA )

👍👍OBAT PEMBESAR PENIS HERBAL TERBARU DAN TERPERCAYA TANPA EFEK SAMPING
👍👍TITAN GEL OBAT PEMBESAR PENIS ASLI USA ( BERGARANSI )👍👍

🔵Harga PROMO bulan ini : 🔵
↪1 kotak harga : 400.000
↪2 kotak bonus 1 kotak : 900.000
🔺PEMESANAN🔺
HUB : ☎ / SMS 0813 6133 4444
🖎 WA : 0813 6133 4444
TITAN GEL herbal yang di datangkan langsung dari AMERIKA yang merupakan salah satu obat pembesar penis alami. Aman dan tanpa efek samping.
Sudah resmi dan di akui di seluruh dunia dan sudah direkomendasi oleh para dokter ahli


↔Fungsi TITAN GEL ( USA ) :
↪Memperbesar dan memperpanjang alat vital.
↪Memperkuat ereksi dan tahan lama.
↪Mengobati lemah syahwat.
↪Mengobati diabetes

PEMESANAN :
transfer ke no rekening BRI / BNI.
Uang masuk barang langsung SECEPATNYA kami kirim....
Pengiriman melalui : TIKI. JNE dan KANTOR POS
🖒🖒BERGARANSI UANG KEMBALI 100% JIKA BARANG TIDAK SAMPAI TUJUAN🖒🖒











SellyTan mengatakan...

AYO TUNGGU APALAGI, Mencoba keberuntungan di "hokibandarQ". Dengan deposit minimal Rp. 25.000 bisa jadi jutaan loh.
Ayo buruan klik jangan ragu jangan malu buat jadi kaya gak perlu ragu.
Ditunggu kedatangan nya bos ku Terima kasih Salam HokibandarQ

HokibandarQ
BandarQ
Bandar66
DominoQQ
Capsa Susun

http://hokibandarq.top/?ref=GdCsYxn8PE

Rachel Oei mengatakan...

Artikelnya sangat bermanfaat, ditunggu next artikelnya gan ^ ^

IdamanPoker - Agen Poker Online Indonesia Terpercaya

Poker Online Uang Asli
Bonus New Member
Cara Menang Poker
DominoBet
Bonus Rollingan Poker
Bonus Mingguan
Member Baru 100% WD
Domino QiuQiu
BandarKiu
AduQQ
Capsa Susun Online Uang Asli
Situs Poker Terbaik
Banjir Bonus
Tutorial Menang Poker Online

Posting Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Subscribe me

Copyright © 2012. cerita cerita seks terbaik indonesia - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Bamz